Warga berkumpul saat pembongkaran bangunan di Pasar Induk Jodoh, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam, Senin (26/7). Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bangunan Pasar Induk Jodoh, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam kembali dibongkar Tim Terpadu Kota Batam, Senin (26/7). Bersamaan kegiatan tersebut seorang pedagang meninggal dunia, sehingga pembongkaran dihentikan.

Semula pembongkaran bangunan yang mangkrak bertahun-tahun itu berjalan lancar. Warga yang tinggal di bangunan yang atapnya tidak utuh lagi itu hanya melakukan aksi protes kecil.

Sebagian warga yang menempati kios yang dijadikan tempat tinggal, meminta waktu penundaan agar bisa memindahkan barang-barangnya.

Karena sudah 3 kali dilayangkan surat peringatan, petugas tetap mengangkat barang milik warga, untuk dipindahkan keluar sebelum bangunan dihancurkan memakai alat berat.

Tiba -tiba keributan muncul dari depan bangunan Pasar Induk yang meminta pembongkaran ditunda karena ada warga yang sakit.

Merasa tidak ditanggapi sejumlah warga keluar menghampiri aparat yang berjaga sambil berteriak protes, dan ada warga yang emosi melempari aparat dengan batu. Sementara sebagian warga membantu warga yang sakit yang sudah dalam kondisi pucat.

Pedagang dan kerabat korban pun segera melarikan wanita tersebut ke rumah sakit. Namun tak lama lagi kemudian, mobil yang membawa korban kembali lagi ke lokasi. Wanita tersebut dinyatakan meninggal.

“Meninggal di jalan. Dia itu (korban) kaget tadi,” kata seorang pedagang di lokasi kejadian.

Hal ini menjadi pemicu kemarahan warga. “Puas kalian, sudah meninggal dia. Tanggung jawab kalian,” teriak warga.

Melihat kemarahan warga, eksekusi pembongkaran itu dihentikan sementara.

“Kalian tanggungjawab dia, dimana hati nurani kalian,” teriak warga sambil menunjuk ke arah aparat di depannya.

Suara tangisan histeris dari kerabat terdengar lirih saat mobil yang membawa jenazah kembali ke Pasar Induk Jodoh.

Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari menyatakan, pihaknya menarik pasukan dan menghentikan sementara kegiatan pembongkaran tersebut.

“Atas dasar kemanusiaan, kita hentikan sementara, karena ada yang meninggal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau di lokasi, Senin (26/7) siang, mengatakan, usai dibongkar dan dibersihkan, lokasi tersebut akan dibangun pasar rakyat kembali yang lebih modern.

“Nanti di lokasi yang sama akan dibangun Pasar Induk dengan bangunan lima lantai,” ungkap Gustian Riau, sebelum pembongkaran.

Dikatakan Gustian, pembongkaran bangunan Pasar Induk Jodoh tersebut sudah molor dari jadwal.

“Sesuai skedul seharusnya bulan Maret lalu,” ucapnya.(*/red)