Walikota Tanjungpinang, Rahma. Foto istimewa

PINANG (BATAMLAGI.COM) – Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP berharap pelaksanaan PPKM Darurat tidak diperpanjang. Pasalnya sangat berdampak terhadap kondisi masyarakat. Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Apakah diperpanjang atau tidak.

“Kita ketahui, pada saat kami melaksanakan zoom meeting bersama pemerintah pusat, ada penambahan kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM Darurat menjadi 29 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali. Ini menandakan bahwa ada beberapa daerah yang mengalami peningkatan status. Semoga saja Kota Tanjungpinang jelang 20 Juli tidak ada PPKM lanjutan, sehingga beberapa sektor dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Rahma saat meninjau lokasi TPU Loka Buana, KM 15, Minggu (18/7).

Dikatakan Rahma, untuk penanganan jangka pendek, saat ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Bulog telah memberikan bantuan beras 10 kilogram kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bersumber dari PKH dan BST sekitar 8.356 penerima manfaat di Kota Tanjungpinang.

“Sebagai langkah upaya penanganan jangka pendek, Pemprov Kepri melalui Bulog telah menyalurkan bantuan beras 10 kilogram kepada 8.356 penerima manfaat di Kota Tanjungpinang, untuk itu kita berharap tidak ada perpanjangan PPKM Darurat ini untuk Kota Tanjungpinang,” lanjutnya.

Rahma juga berharap besar atas tidak diperpanjangnya PPKM Darurat ini, karena ada beberapa poin yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh pemerintah pusat atas perpanjangan PPKM Darurat ini untuk Kota Tanjungpinang.

“Kita tunggu keputusan besok (Senin, (19/7) semoga ada poin-poin yang dapat dipertimbangkan bahwa Kota Tanjungpinang apakah PPKM daruratnya diperpanjang atau tidak, semoga dengan izin Allah dan kerja keras kita semua hal itu dapat kita capai sehingga kita semua dapat kembali bekerja dan beraktifitas seperti semula dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” tutupnya.(dki)