SU (34), tersangka kasus narkotika digelandang polisi. Foto ist

BINTAN (BATAMLAGI.COM) – Pria berinisial SU (34) dibekuk polisi di pelabuhan tikus yang biasa disebut Pelabuhan Gentong, dekat Pasar Baru Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, pada Sabtu (26/6). Dua kilogram sabu dan 49 ekstasi diamankan dari pria asal Lombok ini.

Jajaran Polres Bintan yang mendapat informasi berhasil membekuk tersangka saat berjalan di sekitaran tanah kuning. Saat digeledah petugas ditemukan narkotika jenis sabu yang dililitkan pakai lakban di kedua paha tersangka. Lalu ditemukan puluhan butir ekstasi di dalam celana dalam (CD).

Dari hasil pemeriksaan, SU mengaku hanya disuruh membawa barang haram itu oleh JO, warga Lombok yang saat ini berdomisili di Malaysia. SU merupakan TKI ilegal di Malaysia yang sudah bekerja selama hampir sebulan.

Tersangka mau membawa narkotika tersebut karena dijanjikan diberi uang Rp 9 juta, sebagai pelunasan hutang SU kepada G di Lombok.

Segala biaya operasional tersangka ditanggung G yang saat ini sedang berada di Lombok. Total uang yang akan diterima tersangka sebesar sekitar Rp 15 juta.

Karena tidak memiliki uang cukup untuk biaya perobatan istri di kampung, sehingga tersangka tergiur dengan iming-iming dari JO. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan, tersangka ditangkap polisi. Sedangkan JO dan G saat masih dalam pengejaran pihak Kepolisian Polres Bintan.

Atas perbuatannya, tersangka ditahan di Rutan Polres Bintan dan dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu Pasal 114 Ayat (2) dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun dan Pasal 112 Ayat (2), Pasal 113 Ayat (2) UU Ri Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Barang bukti yang diamankan yaitu 2 bungkus sabu yang masing-masing seberat 1 kilogram dengan total 2 kilogram dan 49 butir ekstasi.(*/red)