Walikota Batam, Muhammad Rudi. Foto istimewa

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, Batam secepatnya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, seperti yang diberlakukan di Jawa-Bali pada Senin (12/7).

“Tujuan PPKM darurat ini untuk penyekatan. PPKM seperti di Jawa itu yang akan diberlakukan di sini (Batam) bapak ibu,” ujar Rudi saat rapat koordinasi dengan muspida Kota Batam di Panggung Dataran Engku Putri, Jumat (9/7).

Rudi menjelaskan, tujuan PPKM Darurat ini untuk menyekat. “Tujuannya menyekat kita dengan seseorang, koordinasi dengan seseorang. Pokoknya di luar dari keluarga dilarang dekat-dekatan. Dalam bahasa kasarnya dilarang berdekat-dekat, gitulah,” ujarnya.

Karena dengan penyekatan itu, maka dapat mencegah penularan Covid-19. “Karena dengan cara ini, dirasa paling ampuh,” imbuhnya.

Ia memperkirakan setelah surat dari mendagri diterima pihaknya, maka pada Minggu sore, secepatnya merevisi surat edaran yang sebelumnya sudah beredar.

“Maka (dengan PPKM darurat), semua kegiatan sudah pasti tidak boleh lagi, dan tidak ada tawar-menawar. Maka semua perintah pusat dan Mendagri itu yang kita lakukan,” tegas Rudi.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) sekaligus Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Jumat (9/7), mengatakan, sebanyak 15 daerah di luar Jawa Bali resmi diberlakukan PPKM Darurat. Penerapan aturan itu akan berlaku pada 12 Juli atau Senin pekan depan.

“Maka pemerintah dorong beberapa daerah untuk diberlakukan PPKM darurat” ujar Airlangga Hartarto.

15 daerah tersebut adalah; Kota Tanjung Pinang, Singkawang, Padang Panjang, Balikpapan, Bandar Lampung, Pontianak, Manokwari, Sorong, Batam, Bontang, Bukittingi, Berau, Padang, Mataram, dan Kota Medan.

Seperti diketahui PPKM Darurat Jawa Bali telah lebih dulu sebelumnya diberlakukan pada 3 hingga 20 Juli.(*/red)