Walikota Batam, Muhammad Rudi. Foto istimewa

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pemko Batam kembali menggelar rapat koordinasi terkait pengetatan PPKM Mikro. Disepakati hingga 20 Juli 2021, tempat ibadah tetap buka, dengan ketentuan jumlah jamaah maksimal 25 persen dari kapasitas tempat dan jaga jarak 2 meter.

“Bukan maksud melanggar aturan, tapi ini kesepakatan kita bersama. Maksimal jamaahnya 25 persen, dengan jarak 2 meter, dan penerapan protokol kesehatan,” kata Muhammad Rudi, Walikota Batam menyampaikan keputusannya usai rapat dengan tokoh agama di Panggung Engku Putri, Rabu (7/7).

Dikatakan, dalam rapat tersebut disepakati kegiatan bisa dilakukan di rumah ibadah masjid, gereja, vihara, dan pura. Tetapi ada beberapa ketentuan yang harus diterapkan, yakni, maksimal 25 persen dengan jaga jarak 2 meter depan, belakang, kanan dan kiri.

Lalu, mengenai pelaksanaan salat Idul Adha 1442 H/2021 juga diperbolehkan. Dengan syarat harus dilaksanakan di lapangan terbuka. Apabila terjadi hujan, tidak diperbolehkan pindah ke masjid. Untuk pelaksanaan malam takbiran ditiadakan. Sedangkan, khotbah salat juga dibatasi maksimal hingga 15 menit.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkanain, mengatakan, pihaknya menyepakati beberapa poin yang menyesuaikan dengan Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengetatan PPKM Mikro, dan Surat Edaran (SE) Menag tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, salat Idul Adha, dan petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di Wilayah PPKM Darurat.

“Ini bukan bermaksud melanggar SE yang telah dikeluarkan oleh Menag. Karena ini merupakan kesepakatan kami dari Pemerintah Kota dan tokoh agama,” paparnya.

Dijelaskan, beberapa poin menyesuaikan dengan kebutuhan umat Muslim di Kota Batam, di antaranya pelaksanaan salat lima waktu di area masjid dan musala diperbolehkan hanya menampung 25 persen dari kapasitas tempat.

“Sekali lagi ini bukan untuk melanggar aturan dari pusat,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan kebijaksanaan dari para pengurus Masjid dan Musala, dalam memberikan izin kepada jamaah yang akan menunaikan salat, dan menegakkan kembali protokol kesehatan.

Dan untuk pelaksanaan salat Idul Adha, juga disepakati tetap dapat dilaksanakan di area terbuka atau lapangan. Namun, bila sebelum pelaksanaan salat Idul Adha terjadi gangguan cuaca, maka seluruh tokoh agama Muslim juga menyepakati agar pelaksanaan salat Idul Adha ditiadakan.

“Tidak ada alasan untuk pindah ke masjid apabila hujan,” ulasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, pimpinan Forkopimda Batam, Kepala Kamenag Batam, Ketua MUI Batam, tokoh agama, dan organisasi keagamaan.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sehari sebelumnya yang digelar Pemko Batam bersama jajaran Forkopimda Batam, terkait Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengetatan PPKM Mikro.

Kota Batam termasuk salah satu dari 43 kota yang terdaftar pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut.

Adapun 11 poin dalam hal ini pengetatan tersebut, seperti, perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.

Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional dan protokol kesehatan.

Untuk makan (dine in) di restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00 WIB.

Take away dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Mall tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%.

Proyek konstruksi bisa beroperasi sampai 100%. Kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan.

Semua fasilitas publik ditutup sementara. Seluruh kegiatan seni dan budaya ditutup. Seluruh kegiatan seminar dan rapat ditutup. Untuk Transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan.(*/red)