Petugas saat memakamkan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Foto BatamLagi.com

PINANG (BATAMLAGI.COM) – Jumlah kasus terkonfirmasi di Kota Tanjungpinang terus bertambah setiap harinya. Senin (5/7) terdapat penambahan kasus positif aktif sebanyak 146 kasus. Kasus meninggal dunia juga bertambah 7 jiwa. Secara kumulatif kasus meninggal dunia 135 orang.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, Bakri menjelaskan, mulai tanggal 1 hingga 5 Juli 2021 di Tanjungpinang terjadi penambahan 18 kasus kematian akibat Covid-19.

Pada Senin, ada penambahan 4 kasus kematian pasien Covid-19. Dengan rincian, 1 pasien meninggal dunia yang dirawat di ruang isolasi dan 3 orang meninggal karena sudah masuk IGD.

“Jadi, bukan hanya kasus positif Covid-19 akan tetapi kasus kematian juga meningkat,” kata Bakri, Selasa (6/7).

Bakri menyebutkan, pasien meninggal dunia menunjukkan kondisi yang cukup parah dengan rata-rata siturasi oksigennya sudah 60% ke bawah. Pasien yang masuk ke IGD juga tidak bertahan lama, hanya dirawat 2-5 jam kemudian meninggal dunia.

“Kalau pasien di IGD kondisinya sudah cukup parah, yang meninggal baru dirawat sekitar 2-5 jam,” ucapnya.

Sedangkan, pasien yang dirawat di ruang isolasi, rentang waktu meninggalnya mulai masuk ke ruang isolasi hingga menjalani perawatan bervariasi, tergantung kondisi kesehatan pasien.

“Kalau yang dirawat di ruang isolasi sekitar 3-7 hari. Bisa sampai 10 hari tergantung kondisinya, kemudian masuk ke IGD, 2-3 jam meninggal dunia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bakri mengimbau kepada pasien terkonfirmasi Covid-19, seperti yang sedang menjalani isolasi di rumah, rumah sakit, maupun karantina terpadu agar tetap semangat, tenang, serta happy dan mengikuti arahan terapy dari dokter dan yang pastinya selalu berdoa.

“Tetap semangat, selalu happy, ikuti semua arahan terapi dari dokter. Yang terpenting, terus berdoa untuk kesembuhan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, dr. Susi Fitriana menambahkan, di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) juga ada 3 pasien terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia.

“Sehingga, Senin kemarin terjadi penambahan 7 kasus kematian, rata-rata sudah gagal nafas. Munculnya belakangan di saat radang paru sudah luas,” ujarnya, Senin.

Susi mengingatkan, bagi masyarakat yang mempunyai gejala demam, badan lemah, pegal, batuk, pilek, sakit perut, mual dan muntah, meski tidak semua gejalanya ada bila sudah mulai sesak, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas.

“Demam biasa, bila dengan minum obat penurun panas tidak berkurang, badan lemah, dianjurkan untuk mengakses puskesmas atau faskes lainnya,” papar Susi.(*/dkm)