Walikota Batam, Muhammad Rudi.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Terkait surat edaran terbaru dari pemerintah pusat bahwa pengetatan PPKM mikro dilakukan di daerah luar Jawa dan Bali mulai 6 – 20 Juli 2021, Walikota Batam, Muhammad Rudi menggelar rapat tertutup bersama Forkompinda Kota Batam. Untuk operasional mall sampai jam 5 sore, Tempat Hiburan Malam (THM) tutup.

“Aturan PPKM mikro diperketat lagi, ada sejumlah aturan baru. Tapi untuk hari ini belum diberlakukan, sedang kita siapkan surat edarannya,” kata Muhammad Rudi, Walikota Batam, Selasa (6/7).

Dikatakan Rudi, pelaksanaan pengetatan PPKM mikro di Kota Batam sebenarnya sudah dilakukan. Namun di aturan terbaru ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Sehingga ada sejumlah hal yang perlu disesuaikan dengan surat edaran dari pemerintah pusat.

Di antaranya, kata Rudi, jam operasional mal dari yang sebelumnya pukul 20.00 WIB, akan disesuaikan menjadi pukul 17.00 WIB, penerapan WFH dari 50 persen menjadi 75 persen. Selanjutnya pemberlakuan take away di tempat makan, serta 25 persen untuk makan di tempat.

“Jadi ada beberapa hal yang perlu kita perketat lagi,” katanya.

Sementara untuk aktivitas kegiatan keagamaan di rumah ibadah, Rudi mengaku saat ini belum diputuskan. Pihaknya baru akan melakukan diskusi dengan tokoh agama yang ada di Batam.

“Besok kita rapat lagi terkait kegiatan keagamaan ini,” katanya.

Kemudian, untuk tempat hiburan malam (THM), Rudi juga menegaskan bahwa, sampai saat ini pihaknya tidak ada memberikan izin. Karena itu pengelola tempat hiburan malam diimbau untuk dapat mematuhi aturan pemerintah selama PPKM mikro.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad dan Sekda Kota Batam, Jefridin Hamid. Kemudian, sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemko Batam.(*/mcb)