SMK Negeri 7 Batam di Batamcentre.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri yang disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Tahun ajaran Tahun 2018-2019 di SMKN 7 Batam, mengaku sudah diperiksa penyidik Unit Tipikor Polresta Barelang.

“Saya sudah dipanggil untuk klarifikasi pada Selasa (15/6) lalu,” kata Muhammad Dali, Kadisdik Pendidikan Kepri saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/6).

Dali diperiksa karena ‘nyanyian’ Po, honorer yang menjadi bendahara pembantu di SMK Negeri 7 Batam, yang kini menjadi tersangka kasus dugaan korupsi SPP di sekolah tersebut.

Dali membantah adanya keterlibatannya. Dan ia mempersilahkan pihak Po untuk membuktikan pernyataannya itu.

“Tidak benar. Saya juga tidak tahu mengapa Po memberikan keterangan seperti itu dan atas dasar apa? Ini perlu saya tegaskan karena saya sama sekali tidak memiliki akses apapun untuk berhubungan dengan Po hingga bisa bertransaksi seperti itu,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak pernah menerima pemberian apapun dari siapa pun.

“Saya juga tidak ada pernah menerima apapun dari siapapun yang disebut-sebutkan dalam pemberitaan,” ucapnya.

Dijelaskan Dali, berkaitan dengan pungutan SPP di SMK Negeri 7 Batam telah diaudit oleh Inspektorat Provinsi Kepri.

Ia juga menyayangkan tersangka yang telah diberi tanggungjawab dan kepercayaan terhadap pekerjaannya, tapi melakukan perbuatan melanggar hukum. Ia pun tidak tahu, karena prosesnya bergulir cukup lama dan baru tahu jika Po sudah berhenti bekerja sebagai pegawai honorer di SMKN 7.

Dan dirinya pun sempat menduga Po berhenti karena mencari pekerjaan lain. “Mungkin dia mau mencari pekerjaan lain. Dari situlah baru ketahuan ada selisih dari tanggungjawab yang ia setorkan,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi ini terungkap atas hasil audit inspektorat, bahwa ada kerugian negara sebesar Rp 307 juta terhadap dana SPP di SMK Negeri 7 Batam tahun ajaran 2018-2019 yang dipungut per anak Rp 85 ribu. Totalnya mencapai Rp 2,3 miliar. Dalam kasus ini polisi masih menetapkan Po, seorang honorer sebagai tersangka dan ditahan. (*/red)