Suasana peserta vaksinasi saat antri di Sekolah Yos Sudarso, Jumat (18/6). Foto istimewa

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Antusiasme masyarakat Batam yang mau divaksin cukup tinggi. Sayangnya, mereka harus berkerumun dan berdesak-desakan sehingga melanggar protokol kesehatan (Prokes). Hal ini terjadi di Sekolah Yos Sudarso dan Puskesmas Seipanas, Jumat (18/6).

Kerumunan masyarakat yang ingin divaksin di Puskesmas Seipanas hingga meluber ke jalan raya. Sempat terjadi kemacetan lalulintas. Kebanyakan mereka dari kaum hawa. Tak lama kemudian hujan turun, sehingga mereka membubarkan diri sebelum didatangi petugas.

“Karena hujan jadi mereka bubar sendiri,” kata seorang warga.

Sementara itu, di hari yang sama, antrian guru yang ingin divaksin hingga membludak dibubarkan polisi di Sekolah Yos Sudarso. Pasalnya, merea juga tidak menerapkan prokes.

Panitia tampak kewalahan mengatur peserta vaksin yang sudah berdatangan dan berkerumum sejak pagi. Peserta yang datang lebih awal dan sudah berada di dalam aula, semakin berdesakan dengan kedatangan peserta lainnya.

“Awalnya cukup tertib, tapi guru yang datang belakangan berdesakan,” kata salah seorang guru di lokasi.

Suasana masyarakat yang hendak divaksin di Puskesmas Seipanas hingga ke jalan raya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan, kegaitan tersebut merupakan untuk guru di wilayah Kecamatan Batamkota, Bengkong, dan Nongsa. Karena kondisi di lokasi makin tidak terkendali, terpaksa dibubarkan. Dan vaksinasi batal dilakukan dan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Nanti akan kami atur lagi bagaimana ke depannya agar tidak terjadi kerumunan seperti saat ini,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, pembubaran ini terpaksa dilakukan karena keadaan tidak kondusif. Katanya, awal pelaksanaan berjalan normal, namun berubah menjadi hampir rusuh dikarenakan para guru peserta vaksin terlihat mulai ingin saling berebut antrian. Kurang mengindahkan protokol kesehatan.

Amsakar mengaku mengambil keputusan membubaran setelah mendapat laporan saat memantau vaksinasi di GOR Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning. Kemudian ia dan Kapolres mengirim satu pleton pasukan. Dirinya juga meminta agar Satpol PP mengirimkan satu pleton juga.

Lanjut Amsakar, pengiriman Satpol PP awalnya hanya untuk membantu panitia mengamankan jalannya vaksinasi. Karena situasi di lokasi semakin tak terkendali sehingga terpaksa dibubarkan.

“Nanti kami atur lagi, biar tak desak-desakan,” ucapnya.(*/red)