Syamsul atau SA (22), pelaku pembunuhan dibekuk polisi. Foto ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Syamsul atau SA (22), pelaku pembunuhan wanita bernama Kui Hiong (67) di Mitra Raya Cluster Everfresh Kota Batam pada Rabu (2/6), dibekuk polisi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, korban ditemukan oleh kerabat keluarga pada Senin (7/6) sekira pukul 17.00 WIB.

Dikatakan Andri, pelapor baru saja pulang kerja. Setiba di rumah memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Kemudian pelapor mencoba masuk ke dalam rumah. Saat di dalam rumah pelapor kembali memanggil korban dan mengecek ke dalam kamar tidur, membuka selimut lalu memanggil korban.

“Selanjutnya pelapor menelpon Abang dan kakak iparnya untuk segera datang, dan korban dibawa ke Rumah Sakit Bunda Halimah. Selanjutnya pelapor mendapat kabar bahwa korban sudah meninggal dunia,” terang Andri.

Menerima laporan adanya orang meninggal tak wajar, pada Senin (7/6), Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Batam Kota dipimpin Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan melakukan penyelidikan di lapangan.

Pada Rabu (9/6) sekira pukul 12.30 WIB, tim opsnal mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di daerah Punggur. Sekira pukul 13.27 WIB, pelaku sempat melakukan perlawanan saat mengetahui tim Opsnal datang untuk melakukan penangkapan. Selanjutnya petugas memberi tembakan peringatan sebanyak 3 kali akan tetapi pelaku tetap melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

“Petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembakan ke arah kaki pelaku dan pelaku berhasil diamankan,” tegasnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur mengatakan, pelaku mengakui perbuatannya. Jauh-jauh hari, pelaku sudah merencanakan pembunuhan tersebut karena menyimpan dendam kepada anak korban.

“Saat ini pelaku sudah diamankan oleh Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Yos Guntur.

Pelaku juga mengaku menyimpan dendam karena telah dipecat dan diusir oleh anak korban.

“Saya dendam pada anaknya. Dulu saya dipecat dan diusir dari tempat kerjaan ( PT di Tanjunguncang). Anaknya juga memaki-maki saya. Selama ini memang saya pendam dan ingin membunuh ibunya,” akunya.

Pelaku sengaja membunuh ibunya, agar E, anak korban merasakan sakit seperti yang dirasakannya karena kehilangan pekerjaan.

“Saya memang niat bunuh ibunya, biar dia (mantan bos) merasakan sakit kehilangan,” katanya, tanpa penyesalan.

Padahal kata pelaku, pemecatan itu terjadi karena akibat kesalahannya sendiri. Saat bekerja ia mengantuk karena malamnya main judi. Tetapi perkataan anak korban yang membuatnya dendam.

“Waktu itu saya memang datang ke tempat kerja dalam keadaan mengantuk. Anaknya (korban) marah dan maki-maki saya, itu yang membuat saya dendam,” ujarnya.(*/red)