Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S saat Konferensi Pers di Polda Kepri, Senin (7/6). Foto BatamLagi.com/ist

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Sebanyak 30 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil diselamatkan jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Para pekerja migran itu terdiri dari 29 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si saat Konferensi Pers di Polda Kepri, Senin (7/6), mengatakan, rencananya para migran itu akan dikirim ke luar negeri dengan cara ilegal oleh tersangka berinisial SH alias S dan F alias H yang berperan sebagai pengurusnya.

Dikatakan Harry, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP – A/49/VI/2021/SPKT-Kepri, tanggal 6 Juni 2021, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kampung Simpangan Kilometer 16 Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Dijelaskan, pada Minggu (6/6) sekira Jam 09.00 WIB Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa, ada beberapa orang calon PMI Ilegal yang berada di kampung simpangan kilometer 16 Bintan akan diberangkatkan untuk bekerja di negara Malaysia.

Mengetahui hal tersebut, lanjutnya, tim langsung melakukan penyelidikan di TKP, yang diduga terdapat tempat penampungan para calon PMI Ilegal.

Selanjutnya pada jam 15.30 WIB ditemukan adanya 30 orang calon PMI Ilegal asal lombok yang telah direkrut oleh pelaku, dan sedang dilakukan proses pengurusan keberangkatannya.

Modusnya, agar korban tertarik, pelaku menawarkan pekerjaan di negara Malaysia sebagai pekerja kebun sayur dan pekerjaan lainnya dengan menjanjikan penghasilan paling kecil per bulan sebesar Rp 4,5 juta dan paling besar Rp 6 juta.

“Sehingga para korban merasa tergiur dan percaya atas apa yang telah dijanjikan oleh pelaku,” tutup Harry.(*/srd)