Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. Foto The Star

PUTRAJAYA – Menteri Senior Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, dimulai Selasa (1/6) hingga Senin (14/6), Malaysia memberlakukan lockdown secara nasional.

Dikutip The Star, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, mengatakan, semua sektor di industri manufaktur akan ditutup selama periode ini, kecuali 12 kategori yang telah diizinkan beroperasi.

“Izin beroperasi diberikan kepada pabrik-pabrik di industri makanan dan minuman, tetapi hanya untuk yang memproduksi barang-barang kebutuhan pokok,” ujarnya.

Ditegaskan, lockdown penuh ini berlaku di semua kegiatan ekonomi dan sosial, tidak akan diizinkan beroperasi. Sementara 12 sektor layanan penting akan diizinkan beroperasi, termasuk perawatan kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas serta perbankan.

Ditambahkan Ismail Sabri bahwa taman kanak-kanak (TK) dan tempat penitipan anak tidak akan beroperasi, kecuali untuk anak-anak para pekerja garis depan dan anak yang orang tuanya bekerja. Semua TK swasta, juga sekolah internasional dan sekolah untuk anak ekspatriat, tidak diizinkan beroperasi.

Lockdown total secara nasional, atau yang disebut perintah pengendalian pergerakan (MCO) ini, merupakan yang ketiga diberlakukan di Malaysia sepanjang pandemi Corona. Lockdown akan berlangsung selama dua minggu yang akan dimulai pada 1 Juni hingga 14 Juni.

Sementara itu, Dirjen Kesehatan Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, hingga Selasa (1/6), ada 419 pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan ventilator.

Lonjakan sebelumnya pada pasien Covid-19 yang dirawat di ICU terjadi pada 7 Mei, dengan 506 kasus.

Dr Noor Hisham juga mengatakan, dalam sehari ada 71 warga meninggal, total kematian di negara menjadi 2.867 kasus. Total kasus Covid-19 di Malaysia hingga 1 Juni sebanyak 572 ribu kasus + kasus baru 6.824.(*/red)