Nakhoda MT Horse, Mehdi Monghasemjahromi dan nakhoda MT Freya, Chen Yi Qun saat menjalani sidang di PN Batam. Foto BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Nakhoda MT Horse, Mehdi Monghasemjahromi dan nakhoda MT Freya, Chen Yi Qun dideportasi melalui Perairan Batuampar, Kota Batam, Sabtu (29/5). Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dengan unsur KN Pulau Dana-323 melakukan pemantauan, untuk memastikan jika kapal MT Horse dan MT Freya yang dinakhodai keduanya keluar dari perairan Indonesia.

Kedua nakhoda tersebut telah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam pada Selasa (25/5). Kedua nakhoda tersebut dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun penjara dan tidak perlu dijalaninya dengan ketentuan percobaan selama 2 tahun.

Dan khusus untuk MT Freya dikenakan denda Rp 2 miliar. Hal itu karena kapal tersebut terbukti menumpahkan minyak ke laut dan merusak lingkungan. Vonis tersebut diterima masing-masing nakhoda MT Horse dan MT Freya.

Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla, Wisnu Pramandita mengatakan, proses pemantauan dilakukan setelah Kantor Imigrasi Kota Batam mengeluarkan surat perintah pengawalan dan pemindahan Terdeportasi terhadap orang asing. Keduanya merupakan warga negara Iran dan Republik Rakyat Tiongkok, mereka harus keluar dari wilayah Indonesia.

Setelah tiba waktunya, tim Bakamla yang dipimpin Kapten Ilham turut melaksanakan pengawalan terhadap kedua nakhoda menuju kapal MT Horse dan MT Freya. Proses pengawalan dan pemindahan menggunakan unsur KNP.330 bertolak dari Dermaga 99 Batam.

Di atas KNP.330 dilaksanakan penyerahan paspor dari Imigrasi Kota Batam kepada masing-masing nakhoda MT Horse dan MT Freya, serta disaksikan oleh perwakilan dari Bakamla RI, Kejaksaan dan juga KPLP.

Setelah menyerahkan paspor, kapal Bakamla langsung merapat ke MT Freya. Lalu nakhoda Chen Yi Qun naik ke atas kapal MT Freya. Ia pun melambaikan tangan sambil menaiki tangga kapal. Ia juga mengucapkan terima kasih.

Begitu juga dengan nakhoda MT. Horse. Dengan menggunakan crane, Mehdi Monghasemjahromi naik ke atas kapal miliknya.

Setelah kedua nakhoda masuk ke dalam kapalnya masing-masing, MT Horse dan MT Freya mulai bergerak keluar Perairan Batu Ampar. Namun demikian, Bakamla terus memantau kedua kapal hingga benar-benar keluar keluar dari perairan Indonesia.

“Hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa mereka (kedua nakhoda) benar-benar keluar dari perairan Indonesia,” tegas Wisnu.(*/mrd)