Ilustrasi pelaku kriminal membawa pisau.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Layanan kencan singkat (short time) menjadikan wanita berinisial De mengalami luka serius. Heru Arnadi (23), pria yang sempat menidurinya itu, tega menikamnya hingga leher wanita 27 tahun itu luka menganga – seperti digorok-.

Keduanya sebelumnya sudah berkomunikasi melalui aplikasi MiChat. Disepakati, tempat untuk melampiaskan syahwatnya itu dilakukan di Hotel Holie yang berada di wilayah Batuaji.

Di salah satu kamar hotel tersebut, peristiwa berdarah itu terjadi. Apa penyebab hingga pelaku begitu sadis melukai wanita panggilan tersebut?

Kepada polisi, pelaku mengaku menikam karena sakit hati kepada korban yang dianggap tidak menghargainya.

“Saya sebagai tamu tak dihargai,” aku pelaku seperti diceritakan Iptu Thetio Nardianto, Kanit Reskrim Polsek Batuaji kepada wartawan, Rabu (26/5).

Heru awalnya mengenal De di aplikasi MiChat dengan akun “Neng”. Usai berbasa-basi, keduanya pun setuju untuk melakukan kencan singkat di Hotel Holie. Selesai short time pertama, Heru minta tambah lagi.

De pun minta bayaran Rp 450 ribu sesuai kesepakatan. Namun Heru hanya memberikan uang muka Rp 200 ribu, lalu keluar kamar dengan alasan mau minjam uang. Padahal dirinya masih ada uang dan bisa membayar kekurangan jasa korban.

Sesampai di lobi hotel, pelaku duduk. Saat duduk itu, Heru membuka MiChat di ponselnya. Ia mencoba komunikasi dengan seorang cewek di MiChat dengan akun “Des”. Tapi tak ada balasan dari pemilik akun tersebut.

Tak lama kemudian, Heru memilih masuk kamar lagi. Karena penasaran ia kembali ping akun “Des”, ternyata yang berbunyi hape milik De. Lalu Heru menanyakan terkait akun “Des” tersebut apakah milik De juga.

Pelaku bertanya dan ingin De jujur tentang akun tersebut, tapi De menyangkal dan mendesak agar secepatnya “menggaulinya”

Karena terus bertanya tentang akun itu, De pun mulai terpojok, dan juga terus memaksa Heru agar cepat “main” lagi. De beralasan ingin cepat pergi karena akan melayani tamu yang lain.

Kelakuan De pun mengundang emosi Heru karena terus dipaksa untuk “main”. Sedangkan pertanyaannya tak dijawab oleh De.

Saat De dalam posisi terlentang di atas kasur, Heru langsung menarik pisau dan ditusukkan ke leher bagian belakang korban. Sehingga leher korban mengalami luka memanjang seperti luka digorok.

De berusaha melawan dan kabur menuju pintu. Sebelum sampai di pintu, De jatuh. Lalu Heru datang dari belakang dan kembali menikamnya.

De pun kembali melawan dengan menangkis pisau digenggaman Heru. Pisau pun terlepas. Tangan De luka. Darah pun menggenangi lantai.

Untung, suara keributan di dalam kamar itu didengar pelayan. Pintu kamar pun dibuka. Setelah pintu terbuka, secepat kilat, Heru kabur. Korban yang bersimbah darah dibawa ke rumah sakit.

Pelaku juga mengaku sudah biasa membawa pisau kemana-mana.
“Pisau yang digunakan menikam itu sengaja dibawa pelaku untuk jaga-jaga, kemana pun akan selalu dibawa,” ujar Kanit.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (17/5) malam. Usai kejadian, pelaku yang berusaha kabur berhasil dibekuk. Sementara korban yang mengalami luka parah dibawa ke RSUD Embung Fatimah.(*/red)