BATAM (BATAMLAGI.COM) – Mulai besok, Walikota Batam, Muhammad Rudi melarang masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian. Seperti pesta resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, hiburan, pasar malam, konser musik, seminar, bimtek, pelatihan dan sejenisnya.

“Membatasi jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall, restoran, rumah makan, kedai kopi, kafe, bar sampai pukul 21.00,” ujar Rudi.

Larangan tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Walikota Batam Nomor 22 Tahun 2021 tentang Larangan Melaksanakan Kegiatan Keramaian Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Surat ini kata Rudi, ditujukan kepada Lembaga Pemerintah/Swasta, Pelaku/Pengelola Tempat Usaha, Pengurus Rumah Ibadah, Penyedia Jasa Event/Wedding Organizer, Camat dan Lurah Se-Kota Batam, RT/RW se-Kota Batam dan Seluruh Masyarakat Kota Batam.

“Kegiatan akad nikah yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan dihadiri maksimal hanya 10 orang. Sedangkan untuk yang dilaksanakan di rumah ibadah maksimum hanya 30 orang dan dengan menjalankan protokol kesehatan,” ujar Rudi.

Dijelaskan, bagi para pelaku usaha juga wajib menjalankan prokes. Seperti menyemprotkan disinfektan, menyediakan thermogun, memakai masker, dan menyediakan tempat cuci tangan. Dalam kegiatan restoran atau rumah makan agar mengutamakan layanan pesan antar secara daring atau dibawa pulang sesuai jam operasional yang telah ditetapkan.

Mengatur tempat duduk pengunjung dan membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia.

“Pelayanan diutamakan take away (dibawa pulang). Namun bila menyediakan fasilitas makan di tempat, wajib membatasi maksimal 50 persen dari kapasitas meja atau kursi dengan protokol kesehatan yang ketat,” lanjutnya.

Untuk kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring. Sementara, untuk perguruan tinggi dibuka secara bertahap dengan percontohan yang ditetapkan dengan Perda atau Perkada dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk sektor kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, kontruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu kebutuhan sehari-hari yang berkaitan kebutuhan masyarakat tetap dapat beroperasi 100 persen.

Bagi masyarakat yang rentan dan beresiko tinggi terhadap Covid-19 seperti ibu hamil, menyusui dan lansia dianjurkan untuk menghindari keramaian dan tidak ke luar rumah atau stay at home.

Sedangkan untuk rumah ibadah, agar melakukan prokes, cek suhu, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, membatasi kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan, menggulung karpet, membawa perlengkapan masih-masing, berwudhu di rumah.

“Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 24 Mei 2021 hingga 23 Juni 2021 dalam pelaksanaannya akan dilakukan evaluasi dengan melihat perkembangan kondisi Covid-19,” pungkasnya.(*/red)