Jajaran Polresta Barelang saat mengekspos kasus curas atau perampokan yang terjadi di Ruko Geisha Blok A1 Nomor 17 Kecamatan Batam Kota. Foto BatamLagi.com/ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Komplotan perampok yang beraksi di Ruko Geisha Blok A1 Nomor 17 Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, berhasil dibekuk jajaran Polresta Barelang.

Para pelaku berinisial YY (30), I (36), NA (33), A (50), NP (36) dan S (40). Sedangkan dua orang pelaku masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Kini enam pelaku mendekam di jeruji sel tahanan Polresta Barelang.

Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Octaviani, mengatakan, 6 pelaku dibekuk dalam waktu 12 jam usai kejadian.

“Kita juga sedang melakukan pengejaran terhadap 2 DPO,” kata Juwita.

Dikatakan Juwita, peristiwa itu berawal pada Senin (10/5) sekitar pukul 01.45 WIB, komplotan ini menyatroni rumah korban berinisial LC. Mendengar ada suara dobrakan pintu dari lantai bawah rumah, korban bangun dari tidurnya.

Pada saat korban mencoba untuk keluar kamar, ternyata pelaku sudah berada di depan pintu kamar korban, dan menodongkan pisau ke arah kepala korban sambil mengancam agar menyerahkan harta.

Pelaku memukul korban dan meminta membuka brankas. Setelah terbuka pelaku menguras isinya berupa 30 ribu Dollar Taiwan, 1.000 Ringgit Malaysia, 4.000 Dollar Hongkong, emas, kunci mobil dan remotenya.
Pelaku juga mengambil handphone milik korban yang sedang dicas terdiri dari 2 unit Hp Oppo, Samsung tab 1 Handphone China. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta.

Usai kejadian korban langsung melapor ke Mapolresta Barelang. Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Barelang Kampol Andri Kurniawan melakukan penyelidikan.

Selasa (11/5) sekira pukul 13.00 WIB, opsnal mendapat informasi dan masyarakat bahwa pelaku berada di Kampung Tua Batu Merah, Batuampar. Dengan gerak cepat tim bergerak dan menangkap pelaku.

Pelaku sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, kemudian Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, akan tetapi pelaku tetap melawan dan mencoba melarikan diri.

Akhirnya tim memberikan tembakan tegas dan terukur ke arah kaki pelaku, dan pelaku berhasil diamankan.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi, sehingga pelaku bisa kita temukan di persembunyian dalam waktu 12 jam pasca kejadian. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara,” tutupnya.(*/red)