Pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre, dijadikan pintu masuk kedatangan para PMI. Foto ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Enam hotel di Batam digunakan sebagai tempat karantina mandiri oleh 78 Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). Hingga kini, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI terus berdatangan dari Singapura dan Malaysia.

“Juga ada tiga rumah susun dan Shelter P4TKI Batam yang digunakan untuk karantina bersama,” ungkap Satgas Khusus Covid-19 Kepri, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Jumat (7/5).

Dikatakan Danrem, sebenarnya ada 7 hotel yang digunakan untuk karantina mandiri, seperti di hotel yang ada di kawasan Batuampar, Lubukbaja, Batamkota, Batuampar dan Nagoya.

“Hotel di Batuampar 17 orang menjalani karantina mandiri, satu hotel di Lubukbaja ada 38 orang yang menjalani karantina, 29 orang WNI dan sembilan orang WNA,” tegasnya.

Lalu, satu hotel di Batam Kota sebanyak 17 orang menjalani isolasi terdiri dari 14 WNI dan tiga orang WNA. Di hotel di Batuampar ada dua orang menjalani karantina, satu orang WNI dan satu orang WNA.

“Dua hotel lainnya di Jodoh Batuampar menampung tiga empat orang WNA. Masing-masing tiga dan satu orang WNA,” ujarnya.

Sementara di Shelter P4TKI Batam Kota juga sudah digunakan. Saat ini, Tim Satgas Khusus Kepri sedang menyiapkan untuk menerima TKI dari Malaysia dan Singapura.

Sesuai jadwal yang diterima Satgassus, kedatangan kapal ferry dari Stulang Laut Malaysia tujuan Pelabuhan Batam Center pada tanggal 8 Mei 2021, kemudian tanggal 11 Mei 2021 dan 17 Mei 2021.
Kemudian, jadwal kedatangan kapal ferry dari Pasir Gudang Malaysia tujuan Pelabuhan Batam Center, 6 Mei 2021, kemudian 9 Mei 2021 dan 16 Mei 2021. Jadwal kedatangan kapal ferry dari Singapura tujuan Pelabuhan Batam Center normal 2 kapal ferry setiap hari.

“Ada juga jadwal kapal ferry dari Singapura tujuan Pelabuhan Harbour Bay, dengan kapal ferry setiap hari dengan penumpang sampai 10 orang,” jelasnya.(*/mrd)