Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat menunjukkan dua draf dari perusahaan yang berbeda dengan peta yang sama. Foto ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pihak Pengusahaan Batam (BP) Batam membantah, jika kepemilikan lahan di Batam tumpang tindih. Ini terkait 2 perusahaan yang mengaku sudah mendapatkan pengalokasian lahan, namun lahannya dialokasikan lagi ke pihak lain.

“Kami sampaikan, dua-duanya (dua perusahaan) belum ada PL (Pengalokasian Lahan). Kejadiannya sudah lama. Dulu ada bayar 10 persen, namun belum ada PL, baru berupa draf. BP Batam belum menerbitkan PL, tetapi yang jelas baru pegang draf,” ujar Muhammad Rudi, Kepala BP Batam saat memberikan keterangan pers terkait lahan, di Gedung Marketing BP Batam, Selasa (27/4). Ia juga menunjukkan dua draf dari perusahaan yang berbeda dengan peta yang sama.

Dikatakan Rudi, draf yang dimiliki oleh perusahaan atau pemilik lahan kalau belum ditandatangani pihak BP Batam, maka belum sah. Katanya, ada ribuan perusahaan atau pemilik lahan yang baru membayar 10 persen, dan ini belum tahu dimana titik lokasinya.

Juga ditegaskan, pihaknya terus menyempurnakan data pengalokasian lahan.

“Dan data pengalokasian lahan sudah ada yang sempurna dan masih ada yang terus kami sempurnakan. Contoh seperti ini, ada dua draf masing-masing dimiliki perusahaan dan peta yang sama. Yang seperti ini banyak, dan hal seperti inilah yang kami selesaikan,” tegas Rudi.

Ada yang menyebut lahan di Batam tumpang tindih.

“Bagi kami tidak ada lahan yang tumpang tindih kalau sejak awal pengalokasian lahan si pemilik lahan serius membangun lahannya,” ujar Rudi.

Rudi mengurai permasalahan alokasi lahan di Batam yakni, pertama; Ada pembayaran 10 persen, ada yang dibatalkan karena tidak dibangun-bangun, dan ada yang berakhir masa sewa lahannnya.

Selain itu, katanya, data-data terkait lahan ada di dalam data base.

“Jika ternyata kita cek, datanya tidak ada dan alokasi lahan dibatalkan karena tidak dibangun-bangun, sehingga lahan ini kita alokasikan ke perusahaan atau investor lain,” imbuhnya.

Namun, bagi yang komitmen ingin membangun lahannya, sudah lakukan presentase serta menyerahkan 10 persen dari harga sewa lahan dan memiliki master plan gedung atau bangunan yang akan dibangun, maka pihaknya memberikan dukungan kepada pemilik lahan tersebut.

“Bagi yang benar-benar serius ingin membangun tentu kami kasih (lahan). Kita ingin Batam ini perekonomiannya bangkit, seluruh lahan yang sudah dialokasikan dibangun oleh pemiliknya sehingga Batam semakin maju dan pesat,” tambah Rudi.

Rudi menegaskan, bahwa prosesnya semuanya sedang berjalan. Ia menggaransi, bagi pemilik lahan yang sudah menyerahkan 10 persen tidak akan dihentikan pengalokasian lahannya oleh BP Batam asalkan komitmen membangun lahan yang diberikan.

Di tempat yang sama, Direktur Lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan menambahkan, terkait lahan tidur, di sejumlah lokasi, masih dalam tahap evaluasi.

Sedangkan untuk pelayanan di lapangan, pihaknya mengalami kesulitan karena perusahaan tidak detail dan lengkap mencantumkan alamat dan emailnya.

Ia mengimbau, agar perusahaan atau pemilik lahan memberikan alamat yang lengkap.

“Karena saat mengirim surat, kami kerepotan karena tidak mengetahui alamat lengkap perusahaan. Dan kalau ada keterlambatan pelayanan terkait pengurusan dokumen lahan, karena kami bekerja mengikuti prosedur dan aturan yang ada,” paparnya.(*/bla)