Calon penumpang mengisi formulir sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan di Bandara Hang Nadim, Batam, belum lama ini. Foto ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pihak (Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam menyampaikan prosedur pemeriksaaan swab antigen yang dilaksanakan oleh RSBP Batam di Bandara Hang Nadim dan Klinik Baloi BP Batam. Hal ini menanggapi kejadian di Bandara Kualanamu, Medan, tentang tertangkapnya oknum petugas dalam pemeriksaan swab antigen yang menggunakan bahan habis pakai yang didaur ulang dan terkait berita di media online Batam.

Direktur Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, dr. Afdhalun A. Hakim, SpJP, dalam siaran pers, Jumat (30/4), menyampaikan, bahwa petugas yang melaksanakan kegiatan tersebut merupakan petugas yang terlatih dan kompeten di bidangnya.

“Petugas yang melaksanakan kegiatan Swab PCR, Rapid Antigen dan Antibodi, serta Genose merupakan petugas yang sudah terlatih dan kompeten di bidangnya dan melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan SOP yang berlaku di RS BP Batam,” ujarnya

Dijelaskan, petugas yang melakukan pemeriksaan mematuhi prinsip-prinsip SOP PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi), memakai alat pelindung diri dan bahan habis pakai single use, seperti hand scoon, dacron/cutton bud swab, Kit Antigen dan antibodi, kantong Genose, VTM (virus transfer media), semua dalam keadaan baru dan TERSEGEL dari pabriknya langsung.

“Petugas yang melakukan pemeriksaan kepada pasien Swab Antigen, PCR dan Genose, wajib menunjukkan kepada pelanggan dan pasien dalam kondisi baru dan tersegel,” jelasnya.

Lanjutnya, pengelolaan sampah bahan habis pakai (BHP) medis untuk Swab Antigen, PCR, dan Genose dikelola sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan.

“Sampah BHP medis dikumpulkan dan dibawa ke RS untuk dimusnahkan. Seluruh limbah tersebut dibakar dengan alat incinerator dan dalam pelaksanaan kegiatan tesebut petugas tetap mematuhi protokol Kesehatan,” paparnya.

Ia memastikan, semua kegiatan tersebut selalu dalam monitor dan pengawasan manajamen RSBP Batam. Bila ada oknum yang melanggar akan diberi sanksi sesuai dengan kesalahannya.

“Jika ada oknum petugas terbukti melanggar SOP yang telah ditetapkan, maka akan diberikan sanksi ringan sampai dengan berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap, jika ada masyarakat yang mengetahui ada oknum yang tidak melaksanakan SOP yang benar, agar disampaikan langsung ke pihak RSBP Batam.

“Kami berharap, jika masyarakat mendapati adanya oknum-oknum yang tidak melaksanakan SOP yang benar, mohon kiranya dapat disampaikan langsung ke RSBP Batam. RSBP Batam selalu memberikan pelayanan yang terbaik dengan jaminan kualitas yang paripurna untuk masyarakat Kota Batam,” demikian disampaikan.(srd)