Mantan Kadishub Kota Batam, Rustam Efendi saat keluar dari sel tahanan Polsek Batamkota digiring petugas akan dibawa ke penjara Tanjungpinang. Foto ist

BATAM (BaLa) – Mantan Kadishub Kota Batam, Rustam Efendi, mulai disidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Kamis (22/4). Pada Senin (19/4), Rustam sudah dibawa ke Tanjungpinang dari sel tahanan Polsek Batamkota.

Dikutip dari sipppntanjungpinangkota.go.id, dalam dakwaan Jaksa Penuntut, Rustam diduga melakukan “pemerasan” kepada dealer mobil se-Batam sejak 2018, sejak awal masa Rustam menjabat Kepala Dishub Kota Batam.

Perbuatan melawan hukum itu dilakukan di Kedai Kopitiam Segar, Sukajadi, Batam, terdakwa Rustam meminta kepada terdakwa Hariyanto untuk mengundang mitra atau pihak dealer penerima layanan Pengujian Kendaraan Bermotor wajib KIR (kendaraan angkutan barang atau angkutan barang komersil kondisi baru) dalam hal penerbitan Surat Rekomendasi Penetapan Jenis dan Fungsi Kendaraan Bermotor jenis angkutan barang atau angkutan orang komersil kondisi baru alias SPJK.

Lalu, satu persatu pihak dealer dihubungi oleh Hariyanto. Pada saat pertemuan dihadiri oleh Saksi Jovan Stevanus yang merupakan Staf PT. Isuindomas Putra Batam (mewakili Isuzu Batam), Saksi Sri Nuryono yang merupakan staf PT. Rodamas Makmur Motor (mewakili Indomobil Batam/Hino /Suzuki), Saksi Endy yang merupakan Biro Jasa PT. Dipo Internasional Pahala Otomotif Mitsubishi Batam (mewakili Mitsubishi Batam), Saksi Pisoga Tri Orta yang merupakan staf Biro Jasa Mitra Dua Warna yang merupakan Biro Jasa Astra Daihatsu Batam (mewakili Daihatsu Batam).

Ada juga Saksi Wisria Dinata yang merupakan perseorangan yang biasanya mengurus dokumen kendaraan Pengujian Kendaraan PT. Agung Auto Mall Toyota se – Kota Batam (mewakili Toyota Batam Cabang Sekupang, Batam Center dan Batu Ampar Batam).

Dalam pertemuan itu terungkap, Hariyanto menyampaikan permintaan uang tidak sah (tanpa dasar hukum) kepada mitra penerima layanan pengujian kendaraan bermotor terkait penerbitan SPJK (menurut Dinas Perhubungan Kota Batam merupakan syarat penerbitan Surat KIR) agar membayar uang Rp 1 juta per unit kendaraan angkutan barang atau komersil.

Serta mengatakan yang pada intinya
“Bagaimana berkas SPJK mau jalan kalau tidak ada uangnya” kemudian menyampaikan juga nanti bisa lambat dan sulit untuk terbit SPJK tersebut.

Mendengar ancaman dari Hariyanto, para mitra menjadi khawatir, jika tidak melakukan pembayaran biaya SPJK yang diminta tersebut maka, berkas SPJK dan KIR bisa terhambat dan dipersulit, dan berdampak kekecewaan konsumen mereka. Akhirnya para mitra atau dealer mobil terpaksa menyetujui permintaan terdakwa.

Sedangkan anak buah Rustam yakni; Hariyanto, Kepala Seksi Pengujian Kendaraan Bermotor pada Bidang Angkutan Jalan Dishub Kota Batam telah disidang pada Senin (19/4).(*/red)