Sejumlah tabung gas elpiji 3 kilogram di Pelabuhan Rakyat Pak Amat, Sekupang, Batam yang diduga ilegal. Foto ist

BATAM (BaLa) – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KKP) Batam mengamankan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram di Pelabuhan Rakyat Pak Amat, Sekupang, Batam, yang diduga ilegal, Sabtu (17/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Tampak di lokasi, tabung gas itu sampai di pelabuhan tersebut diantar oleh dua lori agen gas elpiji. Ratusan tabung itu berserakan di atas tanah, sebelum diangkut ke atas kapal kayu yang sudah standby di pinggir pantai, tak jauh dari tabung-tabung tersebut.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam, AKP Budi Hartono, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapat informasi adanya dugaan penyalahgunaan pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram yang akan dibawa dengan kapal kayu di pelabuhan rakyat.

Selanjutnya, pihaknya mendatangi lokasi. Diperoleh keterangan dari Kapten Kapal berinisial T bahwa, tabung gas yang akan dibawanya itu milik seorang pengusaha berinisial JMR, berdomisili di Kecamatan Belakangpadang.

Rencananya, gas elpiji 3 kilogram itu diangkut dengan kapal kayu melalui Pelabuhan Rakyat pak Amat dari Batam ke Belakangpadang.

Unit Reskrim Polsek KKP Polresta Barelang memasang police line pada tabung- tabung gas tersebut, untuk didalami. Adapun jumlah tabung gas yang saat ini masih dipolice line sebanyak 760 buah.

“Pemasangan police line tersebut benar. Kita mendapat informasi bahwa ada praktek distribusi tabung gas subsidi yang tidak sesuai regulasi yang seharusnya, baik itu tabung gasnya, cara angkutnya, pelabuhan yang mereka gunakan, dokumennya, peruntukannya dan sebagainya,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Makanya kita selidiki dulu selengkap-lengkapnya, dan akan kami konfirmasi lagi,” tegas Budi Hartono.(*/red)