Kadishub Kota Batam, Rustam Efendi saat digiring petugas kejaksaan ke dalam mobil untuk ditahan di dalam sel. Foto ist

BATAM (BaLa) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menetapkan Kepala Dishub (Kadishub) Kota Batam, Rustam Efendi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Rustam pun langsung ditahan, Kamis (8/4).

“Pukul 11.00 WIB tadi kita tetapkan Kadishub Batam (Rustam Efendi) sebagai tersangka,” ujar Plt Kasi Intel Kejari Batam, Hendarsyah Yusuf Permana kepada wartawan usai penahanan.

Dikatakan pria yang akrab dipanggil Hendar ini, Rustam Efendi ditahan dan dititipkan di sel tahanan Polsek Batamkota.

Kata Hendar, Rustam jadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan tersangka H yang merupakan anak buahnya yang telah ditahan sebelumnya.

Keduanya diduga melakukan pungli penerbitan SPJK yang merupakan syarat terbitnya Surat KIR (pengujian kendaraan bermotor), dimana subjek pungutan liar adalah dealer mobil se-Kota Batam.

Kata Hendar, keduanya mengganggu iklim investasi di kota Batam di tengah terpuruknya ekonomi di saat pandemi Covid-19.

Mereka dijerat Pasal 12 huruf e Undang-Undang RI. Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP atau 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pantauan di lapangan, Rustam mengenakan kemeja putih lengan panjang berompi orange bernomor dada 19. Wajahnya tertunduk saat digiring petugas kejaksaan. Rustam dimasukkan ke dalam mobil yang  sudah menunggunya di depan kantor Kejari untuk dititipkan ke sel tahanan.

“Tersangka ditahan di rumah tahanan negara selama dua puluh hari dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan tanggal 27 April 2021,” pungkasnya.(*/red)