Ilustrasi vaksin covid-19.

BATAM, (BaLa) – Terkait laporan adanya pungutan Rp 10 ribu untuk vaksinasi Covid-19 bagi guru, WaliKota Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak dipungut biaya.

“Saya minta panitia vaksinasi Covid-19 tidak melakukan pungutan biaya apapun. Karena ini berisiko,” kata Rudi, Selasa (6/4).

Kata Rudi, setelah mendapat laporan tersebut, ia langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. Katanya, pungutan biaya dilakukan karena kesepakatan bersama.

“Itu kesepakatan bersama, niatnya baik, supaya sewaktu dua jam menunggu ada makanan,” ucapnya.

Namun ia meminta tidak ada lagi pungutan-pungutan lainnya. Karena program pemerintah ini gratis.

Kasus ini mencuat, setelah sejumlah guru di Batam diduga dipungut biaya vaksinasi Rp 10 ribu per orang yang harus disetorkan pada 5 April 2021.

Pungutan bagi guru itu disampaikan melalui pesan di grup WhatsApp. Pihak tersebut meminta kepada kepala SKB, PAUD, TK, SD, SMP serta SMA Negeri/Swasta di wilayah Bengkong, Batuampar dan Batam Kota.

Uang tersebut disampaikan untuk biaya kegiatan vaksin yang meliputi, konsumsi tim medis dan panitia serta kelengkapan lainnya.

Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan, tidak ada arahan dari disdik. Ia juga baru tahu kemarin.

“Dan saya sudah sampaikan ke panitia sekolah yang mengkoordinir untuk kelancaran vaksin ini. Agar tidak ada iuran tiap gurunya, karena vaksin ini gratis,” imbuhnya.

Katanya, pungutan itu inisiatif dari panitia sekolah untuk konsumsi dari guru untuk guru.

“Sudah saya perintahkan agar tidak ada iuran dalam pelaksanaan vaksin ini,” pungkasnya.(*/mrd)