Tim gabungan saat merazia gelanggang permainan (Gelper) di wilayah Kecamatan Lubukbaja. Foto ist

BATAM (BaLa) – Tim gabungan patroli protokol kesehatan (Prokes) merazia tempat usaha perjudian berkedok gelanggang permainan (Gelper) di wilayah Kecamatan Lubukbaja. Dua lokasi gelper ketahuan melanggar prokes yakni; Gelper Saga Game dan City Hunter Game.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam Salim, Jumat (2/4), mengatakan, kepada pemilik gelper tersebut, pihaknya memberikan peringatan secara tertulis.

Jika nantinya diulangi lagi, maka sanksinya akan dinaikkan hingga pencabutan izin usaha.

“Apabila setelah peringatan tertulis masih diulangi lagi, maka sanksi akan ditingkatkan berupa sanksi sosial, denda materi atau bahkan mencabut izin usaha,” tegas Salim.

Dijelaskan Salim, tim gabungan terdiri dari petugas TNI, Polri, Ditpam BP Batam dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara rutin turun ke lapangan melakukan patroli prokes dan tak hanya menyasar masyarakat saja, tapi juga tempat-tempat usaha di beberapa lokasi.

“Dua malam kita turun berturut-turut menyasar tempat-tempat permainan atau Gelper,” tuturnya.

Saat razia tersebut, tim menemukan para pelaku usaha tidak mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturam Walikota (Perwako) nomor 49 tahun 2020, terutama terkait dengan pengaturan jarak.

Karena itu pihaknya mengaku langsung melakukan imbauan kepada pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Kami meminta pemilik usaha mematuhi prokes. Karena, Covid-19 masih belum berakhir, jadi diharapkan masyarakat sadar prokes,” ujarnya.(*/red)