Kapolsek Lubukbaja, AKP Satria Nanda didampingi oleh Panit Reskrim Polsek Lubukbaja Ipda Ahmad Nasal Harahap saat menggelar Konferensi Pers, Kamis (1/4). Foto ist

BATAM (BaLa) – Pria berinisial RY (26) dibekuk jajaran Polsek Lubukbaja lantaran membuat ijazah palsu. Pelaku nekad terang-terangan mengiklankan perbuatan melanggar hukumnya itu di Facebook (FB).

Penangkapan pelaku berawal saat Tim Opsnal Polsek Lubukbaja mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada praktek pembuatan dokumen palsu.

Kemudian Tim Opsnal Polsek Lubukbaja melakukan penyelidikan di lapangan Selasa (30/3). Ternyata benar terdapat kegiatan pemalsuan dokumen surat yang diduga dilakukan tersangka.

Dengan gerak cepat Tim Opsnal mengamankan pelaku yang hendak bertemu dengan pelanggannya untuk menyerahkan dokumen palsu tersebut.

Dan pada saat diamankan di daerah Sungai Panas Kota Batam didapati adanya dugaan dokumen palsu dari tangan tersangka berupa 1 lembar ijazah SMK Negeri 3 Batam atas nama/ inisial AW. Juga ditemukan 1 lembar ijazah SMK Negeri 3 atas nama/ inisial MI, serta diamankan juga 1 handphone merek Vivo V9 warna merah.

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku bahwa ijazah tersebut benar palsu, dan yang membuat iklan adalah tersangka sendiri yang dibantu Herjunot masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka juga mengaku mencari pelanggan dengan mengiklankan di Facebook, dengan menawarkan jasa editan scan dan pengurusan dokumen. Kepada para pelanggannya, pelaku mematok harga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. Kini tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Polsek Lubukbaja.

Selanjutnya pihak Polsek Lubukbaja menghubungi HD, Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Batam dan meminta untuk datang ke Polsek Lubukbaja, untuk memastikan kebenaran dari salah satu ijazah yang diamankan dari tangan tersangka.

HD memastikan jika 1 lembar ijazah SMK Negeri 3 atas nama inisial AW itu palsu, karena pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan ijazah tersebut. Dan yang mencolok, terletak pada tahun ijazah tersebut yang tertera tahun 1995, padahal sekolah SMK 3 Batam baru didirikan tahun 2007.

Dengan adanya praktek atau kegiatan pemalsuan dokumen ijazah yang membawa nama sekolah sehingga dapat menimbulkan kerugian dan mencoreng nama baik sekolah SMA Negeri 3 Batam, HD membuat laporan polisi di Polsek Lubukbaja, untuk memproses hukum lebih lanjut terhadap pelaku.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 263 Ayat (1) dan atau 264 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur melalui Kapolsek Lubukbaja AKP Satria Nanda, kepada wartawan, membenarkan adanya dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen/ surat yang dilakukan pelaku RY.

“Pelaku sudah diamankan oleh Polsek Lubukbaja dan terdapat satu DPO yang masih dalam pencarian,” ungkap Kapolsek, Kamis (1/4).(*/red)