Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto saat memberikan keterangan pers di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Lanal Batam Sengkuang Batam Kepri, Kamis (25/3). Foto Dispenal

KEPRI (BaLa) – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam (Lanal Batam) berhasil menggagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu-sabu seberat 4 kilogram di rumah pelantar Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Rabu (24/3).

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal IV) Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto mengatakan, pengungkapan tersebut berdasarkan dari informan yang sudah disusupkan pihaknya.

“Kronologisnya sebagai berikut, berdasarkan informan yang sudah kita susupkan, bahwa akan ada pengiriman ampetamin dari Pontian Malaysia ke Batam,” ungkapnya dalam keterangan pers di hadapan awak media di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Lanal Batam Sengkuang Batam Kepri, Kamis (25/3).

Hadir pada acara tersebut Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Sumantri, Perwakilan BNN Kota Batam.

Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan informasi tersebut Lanal Batam menyelidiki secara pasti kapan waktunya barang haram tersebut akan masuk ke Batam.

“Setelah mendapatkan informasi yang tepat, kemudian Tim Intelijen Lanal Batam memberikan informasi kepada unsur Operasi Lanal Batam di antaranya KAL Nipa dan Combat Boat berkolaborasi untuk melaksanakan penyekatan dan penangkapan,” jelasnya.

Dikatakan juga, pelaku berhasil meloloskan diri ke arah Pulau Judah Moro, Tanjung Balai Karimun, tim F1QR Lanal Batam berhasil mengejar pelaku sampai di rumah pelantar di Pulau Judah.

“Kemudian dari hasil penggeledahan di rumahnya kedapatan Narkoba jenis sabu-sabu seberat 4 kilogram,” ungkapnya.

Danlantamal IV juga menambahkan, kedua pelaku inisial M (39) dan inisial K (37) keduanya berasal dari Aceh Utara. Para pelaku mengaku mendapat imbalan puluhan juta dari aksi kriminalnya itu.

“Keduanya mengaku per kilonya mendapat imbalan sebesar Rp 35.000.000,” tambahnya.

Akhirnya 2 orang pelaku dan barang bukti dibawa ke Lanal Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut dan nantinya akan diserahkan ke BNNP Provinsi Kepri.

“Terhadap para pelaku diancam pidana mati atau pidana hukuman 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp 10 miliar. Hal tersebut sesuai dengan Pasal 113 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.(*/mar)