Jajaran Polsek Belakangpadang dan Satgas Covid-19 bergerak cepat melacak (Tracing) murid yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM (BaLa) – Jajaran Polsek Belakangpadang dan Satgas Covid-19 bergerak cepat melacak (Tracing) murid yang kontak erat dengan pasien Covid-19. Dari hasil pelacakan ada puluhan anak kontak erat dan 2 sekolah ditutup sementara selama 14 hari.

Pelacakan tersebut dilakukan setelah ada satu ASN berinisial S (56) beralamat di Kampung Jawa, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakangpadang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (22/3).

Dalam laporan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, ada 2 warga Belakangpadang masih dalam perawatan. Sehingga sebelumnya Belakangpadang berada di zona hijau, kini jadi zona kuning.

Informasinya, pada Rabu (24/3) sekira pukul 09.30 WIB dilakukan pelacakan di SMPN 01 dan SDN 04 Belakangpadang yang merupakan tempat anak S menimba ilmu.

Diketahui dari hasil pelacakan terhadap murid SD dan SMP yang kontak erat dengan anak pasien Covid-19 ada 36 anak. Sehingga terhitung dari Rabu (24/3) dua sekolah tersebut ditutup selama 14 hari ke depan.

Sementara itu, murid yang sekelas dengan anak pasien Covid-19, sampai saat ini belum ditemukan ada tanda-tanda gejala Covid-19, semua dalam keadaan sehat.

Adapun pelaksana dalam kegiatan ini yaitu dr Sri Fetra Netti Kepala Puskesmas Belakangpadang, Kojal petugas Puskesmas Belakangpadang, Brigadir M.Zuhri Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekanakraya, Brigadir Royani, Bripda Hagai dan Bripda Miko, Koptu Roni Sitorus Babinsa Belakangpadang, Rosfadila staf Kelurahan Sekanakraya.

Kapolsek Belakangpadang AKP Sulam melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekanakraya, Brigadir M.Zuhri pada kesempatan itu menyarankan untuk tetap di rumah dan melakukan isolasi mandiri.

“Selanjutnya memberikan motivasi dan semangat kepada majelis guru dan murid agar tetap selalu mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.(*/srd)