Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S saat mengekspos kasus perampokan terhadap seorang wanita. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM (BaLa) – Hati-hati mencari kawan di media sosial (Medsos), agar tak mengalami nasib naas. Seorang wanita berinisial IRS (30), menjadi korban begal kawan yang baru dikenal di medsos.

Untung, dua begal itu berhasil dibekuk polisi. Keduanya berinisial DOF alias O dan AR alias R dibekuk Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Kepri. Dan dihadiahi timah panas.

Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto didampingi Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, Selasa (16/3), menyatakan, peristiwa itu bermula, IRS berkenalan dengan pelaku DOF alias O melalui aplikasi media sosial Tantan pada Selasa (9/3).

Empat hari kemudian, tepatnya Sabtu (13/3) pukul 22.00 WIB DOF alias O bertemu dengan korban di seputaran Mall BCS.

Setelah bertemu, korban diajak jalan dengan sepeda motor pelaku memutari daerah sekitar Batam Center.

Sesampai di jalan depan Komplek Ruko Green Land tepatnya di belakang Gedung Graha Pena, Batam Kota, pelaku menghentikan motornya.

Bersamaan itu, datang tersangka lainnya berinisial AR alias R, juga naik motor, yang langsung membekap mulut korban serta membanting tubuh korban.

Tanpa belas kasihan, pelaku menginjak-injak tubuh korban, sehingga mengalami pendarahan di gigi dan sekujur tubuh.

Saat korban tak berdaya, pelaku melucuti korban dan mengambil seluruh barang-barang berharga milik korban. Pelaku pun kabur, meninggalkannya di lokasi.

Atas peristiwa tersebut, korban mengalami luka pada bagian rahang, gigi dan di sekujur tubuhnya. Dan mengalami kerugian materil sebesar Rp 4,5 juta.

Senin (15/3), Tim Teknis dari Ditreskrimum Polda Kepri menerima informasi akan adanya transaksi penjualan Handphone merk Oppo reno 4F warna hijau casing warna hitam yang mirip dengan Handphone milik korban. Pukul jam 15.00 WIB Tim langsung menuju di salah satu hotel di kawasan Pelita, Kota Batam dan melihat tersangka AR alias R yang sedang berada di Lobby Hotel dan langsung diamankan.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan Handphone merek Oppo yang mirip dengan milik korban. Kemudian saat dilakukan pengembangan tim melihat tersangka DOF alias O sedang memarkirkan kendaraannya di ujung parkiran di Ruko Komplek Wira Mustika atau tepatnya di belakang hotel. Kemudian tim langsung mengamankan tersangka kedua ini.

Setelah kedua tersangka ini berhasil diamankan dan mengakui perbuatannya selanjutnya tim melakukan pengembangan untuk melakukan pencarian barang bukti lainnya.

“Saat melakukan pencarian barang bukti, kedua tersangka berupaya untuk melarikan diri, dan melawan petugas sehingga terhadap kedua tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur,” tegasnya.

Tersangka AR alias R adalah residivis yang baru keluar dari Lapas pada November 2020 yang lalu dalam kasus Curanmor.

“Kedua tersangka ini diterapkan Pasal 365 KUHP Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun,” tegasnya.(*/mar)