Warga Perumahan Taman Cipta Asri, Tembesi, Sagulung saat mendatangi lahan proyek Perumahan Renggali Residence, Senin ( 15/3). Foto Batamlagi.com/ist

BATAM (BaLa) – Ratusan warga Perumahan Taman Cipta Asri, Tembesi, Kecamatan Sagulung mendatangi lahan proyek Perumahan Renggali Residence, karena disinyalir sebagai pemicu banjir di lingkungan tempat tinggal mereka, Senin (15/3).

Ketua RT 07/ RW 12 Perumahan Taman Cipta Asri, Poniyanto, mengatakan, ratusan warga yang datang ke lokasi proyek ini merupakan perwakilan dari Kepala Keluarga (KK).

“Warga yang datang ini perwakilan dari 4.000-an kepala keluarga (KK) yang berdiam di Perumahan Taman Cipta Asri tahap 1,2 dan 3,” kata Poniyanto.

Sebagai bentuk protes, warga memblokir aktifitas pematangan lahan yang berada persis di samping permukiman mereka.

Warga juga membentangkan spanduk yang isinya meminta pertanggungjawaban pihak proyek atas dampak banjir. Ada juga tulisan yang menghimbau konsumen untuk menunda pembelian rumah yang akan dibangun di atas lokasi.

Poniyanto mengatakan, warga melakukan protes terhadap aktifitas pematangan lahan tersebut, karena dianggap sebagai pemicu banjir di pemukiman.

Katanya, rawa-rawa yang dulunya luas yang mencapai 2 hektare telah, kini ditimbun untuk proyek pematangan lahan. Sehingga berdampak pada meluapkan air jika hujan.

“Imbasnya adalah tak ada lagi lokasi resapan air saat hujan, sehingga air meluap ke pemukiman warga,” tuturnya.

Menurut Poniyanto, aksi protes ini sudah yang kedua kalinya. Sebelumnya warga juga pernah mendatangi tempat tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas peristiwa anak tenggelam, karena terseret arus di dalam drainase Perumahan Cipta Asri.

Katanya, penyebabnya dari proyek pematangan lahan ini. Air semua mengalir ke permukimannya. Dan terjadi banjir sampai saat ini.

“Kami menolak keras proyek ini sebab tuntutan kami sebelumnya tak kunjung dipenuhi,” ucap Poniyanto.

Terpisah, Toto, perwakilan pihak proyek pematangan lahan saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya mengatakan, pihaknya belum bisa menindak lanjuti permintaan warga Perumahan Cipta Asri tersebut. Karena belum ada arahan dari pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Toto juga menjelaskan, untuk pembuatan drainase tidak bisa dilakukan sepihak. Sebab di lokasi tersebut masih ada pengembang lain. Pihaknya sudah berupaya mencari solusi agar air tidak langsung ke Perumahan Cipta Asri.

“Jalur drainase yang akan dibenarkan itu melewati lokasi lahan pengembang lain. Kami tak mau ambil risiko jika dituntut oleh pemilik lahan di lokasi drainase tersebut,” pungkasnya.(*/mar)