Jajaran Satpolair Polresta Barelang saat menggiring kapal penyelundup yang membawa rokok dan mikol. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Diduga karena minuman beralkohol (Mikol) dan rokok ilegal di Batam melimpah sehingga kerap diselundupkan. Namun, aparat tetap sigap. Selasa (2/3) pukul 12.00 WIB, Satuan Polisi Air (Satpolair) Polresta Barelang berhasil menangkap kapal yang membawa barang selundupan tersebut.

Kasat Polair Polresta Barelang, AKP Badawi, Kamis (4/3) siang, mengatakan, penangkapan penyelundup itu berawal saat tim patroli Satpolair mendapat informasi ada kapal mengangkut barang ilegal.

Saat melewati perairan Pulau Bulan, tepatnya di koordinat 00°59.907 N–103°56.358 E, kapal kayu tak ada nama itu langsung dihentikan. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan barang ilegal berupa mikol dan rokok.

“Di dalam kapal ditemukan 29 boks rokok, 3 boks black label, 27 red label dan 213 kes carlsberg,” ungkapnya.

Untuk pemeriksaan lanjutkan, pihaknya masih memeriksa dua anak buah kapal (ABK) bernama Sudiman dan Fendi. Sedangkan pemilik kapal masih dalam penyelidikan.

“Selanjutnya, kami akan melakukan penegakan hukum sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku,” imbuhnya.

Dijelaskan, kapal kayu itu membawa barang ilegal berangkat dari pelabuhan tikus Sei Lekop, Sagulung hendak menuju ke Tembilahan.

Saat petugas melakukan pemeriksaan lanjutan, ternyata kapal kayu milik pria bernama Azis itu tak ada dokumennya. Selanjutnya, kapal dan barang bukti diamankan petugas. Nakhoda kapal bernama Syarifuddin (29) juga diamankan.

“Perbuatan mereka telah melanggar pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan,” tegas Badawi.(bala)