Edi Susilo saat berorasi di depan Kantor bright PLN Batam, Rabu (3/3) siang. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Sambil membentangkan spanduk, warga berorasi di depan Kantor bright PLN Batam, Rabu (3/3) siang. Mereka mengklaim dari ormas Badan Pemantau Kebijakan Pemantau Pembangunan Daerah (BPKPPD) Kepri.

Dalam aksi damai tersebut, mereka mempertanyakan pemasangan TV Kabel yang telah diputus, namun dipasang lagi kepada pihak bright PLN Batam.

Edi Susilo, penanggung jawab aksi dalam orasinya meminta, bright PLN Batam memutus kontrak dengan 8 TV kabel karena menyiarkan siaran yang diduga ilegal.

Ia juga pertanyakan, kabel-kabel yang sudah diputus namun disambung kembali. Ia menduga ada persekongkolan oknum di bright PLN Batam.

“Tangkap oknum bright PLN Batam apabila dengan sengaja memakai tiang listrik milik negara digunakan untuk pekerjaan ilegal,” ujarnya.

Selain itu, dalam aktivitas pemakaian tiang listrik tersebut, ia menduga ada praktik mafia pengemplang pajak.

Perwakilan bright PLN Batam, Bukti Panggabean kepada massa aksi berjanji akan menintindaklanjuti sesuai dengan aturan. Katanya, setiap perusahaan memiliki dasar dan aturan untuk melakukan hubungan kontrak.

“Pihak PLN tidak serta merta langsung melakukan pemutusan hubungan kontrak dengan perusahaan TV Kabel,” kata Bukti Panggabean.(*/bala)