Salah satu kapal tangkapan BC yang terbakar, Selasa (23/2). Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Kebakaran hebat terjadi di dermaga Bea Cukai Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (23/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Empat dari lima kapal tangkapan pihak Bea Cukai Batam ludes terbakar. Belum diketahui, apakah barang bukti di dalamnya ikut terbakar.

Yogi, salah seorang penjaga kapal tangkapan tersebut mengatakan, saat peristiwa terjadi ia sedang tidur di KM Rahmat Jaya bersama temannya. Tiba-tiba kobaran api muncul dari KM Iklar.

Ia pun segera membangunkan penjaga kapal lainnya dan sempat melepas tali kapal. Penjaga kapal ada tiga orang.

“Kami sempat melepas tali kapal dan menyelamatkan barang berharga,” kata Yogi.

Pria yang mengaku baru empat hari menjaga kapal bersama temannya itu, hanya bisa menyelamatkan 1 kapal saja. Sedangkan 4 kapal lainnya ludes dilalap si jago merah.

“Kami hanya bisa selamatkan satu kapal dengan cara melepas talinya,” kata Yogi.

Informasinya, kapal yang terbakar adalah KM Iklar, KM Rahmat Jaya dan dua speedboat. Sementara kapal yang berhasil selamat bernama KM Harapan Kita.

Kapal tangkapan itu diduga berisi laptop, ponsel, rokok dan barang lainnya yang nilainya miliaran rupiah.

Di lokasi dikerahkan 8 mobil pemadam kebakaran. Dua jam kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, api berhasil dipadamkan, namun 4 kapal tersebut sudah jadi arang.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

“Iya benar, tim kita sedang turun ke lokasi, untuk info lebih lanjut nanti dikabarin,” imbuhnya.

Terpisah, Wakapolsek Batuaji, AKP Indra menyebutkan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Untuk penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok, namun demikian petugas masih melakukan penyelidikan.

“Ini masih dugaan awal, tapi untuk mengetahui secara pasti, masih akan diselidiki oleh tim labfor,” jelasnya.

Untuk membantu proses penyelidikan, pihak Polsek Batuaji masih meminta keterangan dari para saksi, dua sekuriti dan dua penjaga kapal. Diperkirakan kerugian atas peristiwa itu mencapai miliaran rupiah.

“Ditaksir kerugiannya mencapai miliaran rupiah,” tutupnya.(bala)