Kapal Motor (KM) Budi saat kandas di perairan Pantai Bale-bale, Kelurahan Sambau, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (21/2). Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Kapal Motor (KM) Budi yang berhasil ditangkap jajaran Bea Cukai Batam ternyata membawa sejumlah rokok dan minuman beralkohol (mikol) ilegal. Satu orang ABK diamankan, 7 kabur.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi yang didapatkan dari masyarakat bahwa ada kapal mencurigakan bernama KM Budi mengarah ke perairan Sengkuang, Batam, Sabtu (20/2),” ujar Susila Brata, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah rokok ilegal 454 karton atau 5,9 juta batang. Yang terdiri dari merek seperti Maximm, Rave Menthol, Rave Flavour, Double Happiness, Manchester Menthol, dan Manchester Blue Saphire.

Sedangkan mikol tanpa dilekati pita cukai berjumlah 85 karton atau 1.020 botol. Yang terdiri dari Red Label ukuran 1 liter dan Red Label ukuran 700 mililiter. Diperkirakan nilai barang Rp 10 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 7,8 miliar.

Dikatakannya, sebelum penangkapan itu ada informasi didapatkan pihaknya sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, sekitar pukul 03.00 WIB Satuan Tugas (Satgas) Patroli BC 7004 mengejar target. Namun KM Budi masih melaju dan mengandaskan kapal di sekitar perairan Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam.

Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah karton yang diduga berisi rokok dan mikol. Satu orang ABK yang melompat ke laut berhasil diamankan. Dari pengakuannya, diketahui ABK kapal tersebut berjumlah 8 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal kayu KM Budi yang membawa minuman beralkohol (Mikol) dan rokok ilegal kandas di perairan Pantai Bale-bale, Kelurahan Sambau, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (20/2) pukul 03.00 WIB.

Sebelum kandas, kapal membawa muatan dari luar negeri menabrak kelong milik nelayan setempat. “Sempat menabrak kelong,” ujar warga.(*/bala)