Foto bersama usai penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan BLK. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kawasan Industri Kabil, Nongsa, Kota Batam akan dimulai pada Juli nanti. Proyek ini dianggarakan pemerintah pusat sebesar Rp 30 miliar.

Penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan BLK diserahkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam kepada Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Budi Hartawan, di Graha Citra Mas, di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Nongsa, Rabu (17/2).

“Akhirnya, terwujud pembangunan BLK. Ini cita-cita kita sejak lama. Beberapa kali kita ajukan. Dan alhamdulillah, tahun ini akan terwujud,” kata Muhammad Rudi, Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam.

Rudi mengatakan, dengan adanya lahan untuk BLK tersebut, pembangunan segera dilakukan. Keberadaan BLK sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja andal dan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan yang masuk ke Batam.

“Semua kebutuhan perusahaan bisa disiapkan di sini (BLK). Yang pasti, saat mereka selesai pelatihan, artinya sudah siap pakai dan memiliki keahlian di bidangnya,” ujarnya.

Dirjen Binalattas Kemnaker RI, Budi Hartawan menjelaskan pembangunan BLK Batam tersebut menjadi perhatian Presiden RI, Joko Widodo. Ia menyampaikan, Presiden menginstruksikan setiap provinsi di Indonesia harus memiliki BLK.

“Untuk BLK Batam sesuai rencana Juli dimulai. Kita upayakan saat peletakan batu pertama dihadiri Buk Menteri (Ida Fauziyah),” kata Budi.

Pembangunan BLK di atas lahan 4,2 hektare tersebut akan menghabiskan hampir Rp 30 miliar. Budi mengaku bangga dengan bakal terwujudnya BLK ada di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pasalnya, sejak 2005, pemerintah pusat sudah punya rencana namun terhambat terbatasnya lahan.

“Dengan adanya sejengkal lahan ini, kita maksimalkan dan semoga keberadaan BLK bisa meningkatkan keterampikan para tenaga kerja kita,” paparnya.(bala)