Warga Perumahan Odessa Bandara Mas yang berdemo di jalan minta tower SUTET 150 kV tak melintasi permukimannya. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Ratusan warga Perumahan Odessa Bandara Mas terus menyuarakan penolakan rencana pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintasi permukimannya.

Sebagai protes kerasnya itu, warga turun menggelar aksi demonstrasi di jalan raya pada Kamis (11/2) pagi.

Beberapa pria membentangkan spanduk bertuliskan penolakan atas rencana pembangunan SUTT tegangan tinggi itu, “Kami warga perumahan Odessa Bandara Mas menolak keras rencana pendirian tower SUTT 150 kV di lingkungan Perumahan Odesa Bandara Mas dengan alasan apapun. Dan mendesak pemerintah untuk mengembalikan titik tower ke arah rencana awal yaitu jalur kanan arah bandara.” bunyi spanduk yang dibentangkan warga.

Sembari membentangkan spanduk putih bertuliskan tinta merah itu warga terus mengeluarkan seruan.

“Kami menolak adanya rencana pembangunan SUTT ini. Pindahkan ke titik awal, jangan melintasi perumahan kami,” teriak warga.

Warga yang terdiri dari wanita, pria orang tua dan anak-anak ikut turun ke jalan, menutup ruas jalan ke arah Bandara Hang Nadim Batam. Tampak mobil patroli di lokasi.

Sebagian warga juga tampak mengatur arus lalu lintas yang mulai padat. Sementara warga dengan membawa toa terus berorasi, menentang rencana pembangunan SUTET.

Warga mengatakan, ia menolak tegas rencana pembangunan SUTET tegangan tinggi itu karena demi menjaga keselamatan masa depan anak-anak mereka. Karena akan membawa dampak pada kesehatan.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya warga juga turun ke lokasi rencana pembangunan SUTET untuk melakukan protes.

Ketua RW setempat, Iyan mengatakan, warga sepakat menolak rencana pembangunan SUTET itu. Karena tidak sesuai dengan rencana awal. Titik awal pembangunannya bukan melintasi perumahan.

“Kami minta agar mengembalikan titik tower ke arah rencana awal yaitu jalur kanan arah bandara,” ujarnya yang mendapat dukungan warga. Sementara itu pihak bright PLN Batama belum bisa dikonfirmasi terkait aksi penolakan pembangunan SUTET tersebut.(bala)