Dari kiri – Jimy Lukita (22) dan Andi Firdaus (25), tersangka kasus perampokan terhadap sopir taksi online di kantor polisi. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Dua begal bernama Andi Firdaus (25) dan Jimy Lukita (22) ini harus mendekam di sel tahanan Polda Kepri. Keduanya merupakan pelaku perampokan terhadap Eri, sopir taksi online.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, Selasa (9/2), mengatakan, peristiwa itu bermula pada Senin (8/2) malam.

Saat itu, korban mendapat order penumpang di aplikasi jasa layanan antar jemput Maxim. Kedua pelaku minta diantar dari Batuampar ke Panti Rehabilitasi Sosial Sambau, Kecamatan Nongsa.

Setiba di daerah Sambau, kedua pelaku beraksi dengan cara menjerat korban pakai seutas tali. Korban dipukuli hingga mata dan wajahnya lebam. Dompetnya juga dirampas.

Berhasil memperdayai korban, para pelaku kabur. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke polisi. Mendapat laporan tersebut, jajaran Ditreskrimum Polda Kepri langsung melakukan penyelidikan ke lapangan.

Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Darmanto menjelaskan, dalam waktu 24 jam dua pelaku berhasil dibekuk.

Dikatakannya, perbuatan kriminal itu sudah direncanakan kedua pelaku pada siang harinya. Targetnya sopir taksi online. Lalu malam hari sekitar pukul 22.00, kedua pelaku itu beraksi.

Arie menyebutkan, pelaku Andi Firdaus sempat melawan dan akan melarikan diri sehingga dilumpuhkan dengan timah panas.

“Sempat mau kabur kita lakukan tindakan tegas dan terukur kepada pelaku,” tegasnya.

Ditambahkan Arie, Andi Firdaus merupakan residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2018 dan dihukum selama 2,8 tahun penjara.

“AF (Andi Firdaus) merupakan residivis dalam kasus yang sama, dan keluar penjara bulan enam tahun 2020,” tutupnya.(bala)