Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Siap-siap, sekolah tatap muka tingkatan sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di Kota Batam atau di mainland akan segera dibuka.

“Di mainland yang SMP dulu. Kalau SD masih belum. Saya sudah perintahkan Kadis Pendidikan (Hendri Arulan) untuk panggil seluruh kepala sekolah,” ujar Muhammad Rudi, Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam belum lama ini.

Dikatakan, syaratnya, seluruh sekolah harus menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan Surat Keputusan Bersama (SKB). Belajar tatap muka ini hanya berlaku pada siswa SMP karena dianggap sudah memahami situasi Covid-19.

“Karena, siswa SMP sudah berusia 12 tahun ke atas, sehingga bisa diarahkan untuk mematuhi prokes. Kalau, anak SD ini kan masih belum mengerti,” jelas Rudi.

Lalu syaratnya adalah, satu lokal hanya diisi 20 siswa. Begitu juga waktu belajar dalam satu hari hanya diperbolehkan hanya 3 jam tanpa jam istirahat. Sehingga, saat waktu belajar berakhir pelajar bisa kembali segera ke rumah masing-masing.

“Iya, tidak boleh ada keluar main-main. Setiap sekolah tak diperbolehkan ada kantin. Sekolah harus ikuti aturannya,” imbuhnya.

Rudi juga memberikan kebebasan kepada sekolah dalam mengatur prokes ini. Ia mencontohkan, apabila ada sekolah yang siswanya sampai 40, berarti akan diberlakukan sistem shift sehingga ada jarak di dalam kelas.

“Prokes seperti apa tergantung sekolahnya masing-masing. Mau 2 shift, atau 3 shift diaturlah. Agar, anak-anak nyaman belajar saat di dalam ruangan,” paparnya.(bala)