HH (31), pelaku pembacokan di Mapolresta Barelang. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Pria bernama Hafidol Hafiz atau HH (31), pelaku pembacokan yang bekerja sebagai nelayan di Dam Duriangkang dibekuk jajaran Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Seibeduk, Minggu (7/2) pagi.

Kasubbag Humas AKP Betty Novia mengatakan, peristiwa yang menyebabkan korban berinisial IP meninggal dunia itu terjadi di jalan raya simpang Bagan, Tanjungpiayu, Seibeduk, Minggu dinihari.

Dijelaskan, sekira pukul 02.40 WIB, SA (pelapor) bersama 5 temannya termasuk korban hendak berangkat ke Perumahan Bidadari untuk menghadiri pesta naik 2 motor.

Sesampai di Simpang Bagan, SA dan IP melihat tiga temannya kembali mengarah ke Kampung Bagan.

Ternyata ketiga temannya itu terlibat perkelahian dengan pelaku. Lalu SA bersama temannya berinisial NH dan AZ turun dari sepeda motor dan melerainya.

Tiba-tiba pelaku lari. Kemudian SA bersama kelima temannya mengejar pelaku. Tiba-tiba pelaku membacok secara membabi buta dan mengenai korban AA, SF dan IP.

Atas kejadian tersebut, AA luka di punggung sebelah kiri, SF luka di siku kanan dan IP luka bacok di leher sebelah kiri sehingga meninggal.

Menerima laporan peristiwa tersebut, tim gabungan Opsnal Reskrim Polresta Barelang dan Opsnal Sei Beduk yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan melakukan penyelidikan di lapangan.

Kemudian pada Minggu (7/2) sekira pukul 08.30 WIB, tim gabungan Opsnal mendapat informasi dari masyarakat bahwa, pelaku berada di Dam Duriangkang. Pelaku HH ditangkap dan dibawa ke Polresta Barelang.

Polisi juga mengamankan barang bukti 1 kartu anggota sebagai himpunan masyarakat nelayan Danau Duriangkang milik pelaku yang tertinggal di TKP, 1 dompet warna hitam merk hardcore milik pelaku. Sedangkan 1 bilah pisau masih dicari.

Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur membenarkan peristiwa penganiayaan berujung maut tersebut.

“Saat ini pelaku sedang diamankan dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Barelang,” ujar Kapolresta.(*/bala)