Tim gabungan saat melakukan penertiban di area Bandara Hang Nadim. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Tim gabungan terdiri dari Lanud Hang Nadim dan Direktorat Pengamanan BP Batam menertibkan sarang burung dan peternak di dalam kawasan KKOP Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (4/2).

Kepala Dinas Operasi Lanud Hang Nadim, Mayor Lek Wardoyo mengatakan, penertiban itu menyasar pada penebangan pohon yang merupakan tempat sarang burung dan mengganggu penerbangan. Karena berdekatan dengan landasan pesawat terbang di Bandara Hang Nadim.

“Sebanyak 34 personil kota kerahkan kegiatan ini,” ujar Wardoyo

Dikatakan Wardoyo, dalam rangka proteksi di wilayah KKOP Bandara Hang Nadim, yaitu pencegahan dan pengendalian gangguan apapun termasuk gangguan dari aktivitas burung elang atau lainnya, sehingga apapun risiko dan ancaman yang akan timbul dapat segera diantisipasi demi lancarnya aktivitas penerbangan.

Ia mengatakan, wilayah KKOP Bandara Hang Nadim telah diatur dalam ruang lingkup bandara. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Masih kata Wardoyo, sehari sebelumnya telah dilaksanakan sosialisasi peternakan yang ada di wilayah KKOP Bandara Hang Nadim, Lanud Hang Nadim bersama Ditpam BP Batam.

“Kali ini kita memberikan surat peringatan keras dan surat pernyataan terhadap peternakan babi di Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim Batam,” tegasnya.

Dalam patrolinya, Ditpam BP Batam yang dibantu Lanud Hang Nadim memberikan surat atau pernyataan kepada warga yang mempunyai peternakan Babi dan hewan lainnya, agar bisa mematuhi surat dan pernyataan tersebut.

“Surat yang dilayangkan bersifat himbauan dan pernyataan kesanggupan warga yang mempunyai peternakan babi atau sapi dan sejenisnya, berkenan untuk membongkar sendiri peternakan mereka,” jelasnya.

Kanit Penindakan Ditpam BP Batam, Ahmad Supriyadi menjelaskan, surat pernyataan berlaku 7 hari.

Isinya adalah pemberitahuan dan himbauan untuk membongkar sendiri rumahnya. Dan SP1 satu tersebut hanya berlaku selama 7 hari dan jika warga tak menggubris surat tersebut, maka akan dilaksanakan pembongkaran secara paksa oleh tim gabungan dari Lanud Hang Nadim dan Ditpam BP Batam.

“Jika warga kooperatif maka penertiban paksa tak perlu dilakukan,” ujar Sufriyadi.(bala)