Sembako bantuan Covid-19 di dalam gudang sebelum didistribusikan kepada masyarakat. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Terkait penanganan 18 proposal fiktif bantuan sosial (Bansos) Covid-19 tahun 2020 senilai Rp 1,9 miliar, pihak Intelijen Kejati Kepri mulai memanggil para pejabat yang berhubungan dengan kasus tersebut.

Salah satu pejabat yang dimintai keterangan oleh Intelijen Kejati Kepri adalah pejabat di lingkungan Pemko Batam berinisial G.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Jendra Firdaus belum mau berkomentar terkait pemeriksaan pejabat tersebut.

“Info yang bisa dipublis benar sedang ada penyelidikan dan masih mencari indikasi adanya penyimpangan,” kata Jendra dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/2).

Katanya, saat ini tim masih menunggu hasil verifikasi dan klarifikasi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) atau inspektorat wilayah.

Infonya, 18 proposal fiktif ini tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), seperti di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Dinas Perdagangan dan Industri.

Dugaan Penyelewengan Rp 102 Miliar Bansos Covid-19 Belum Dilidik?

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, anggaran Bansos Covid-19 Tahun Anggaran 2020, belum jelas pertanggungjawabannya.

Dikabarkan, jumlah paket sembako yang belum jelas pertanggungjawabannya sebanyak 329.792 paket atau senilai Rp 102 miliar.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pada tahun 2020, menyediakan bansos berupa paket sembako di 6 Kabupaten/ Kota sebesar Rp 114.498.534.325 atau terdiri dari 369.806 paket sembako, antara lain untuk:

Kota Tanjung Pinang sebanyak 34.090 paket sembako senilai Rp 10.152.137.000.

Kota Batam sebanyak 284.223 paket senilai Rp 85.266.900.000. Kabupaten Karimun sebanyak 35.000 paket senilai Rp 11.414. 375.000. Kabupaten Lingga sebanyak 15.000 paket senilai Rp 2.211.296.150.

Kabupaten Kepulauan Anambas sebanyak 6.881 paket dengan nilai Rp 3.769.411.800.

Kabupaten Natuna sebanyak 3.275 paket sembako senilai Rp 1.684.414.375.(bala)