TT (51) dan SS (41), dua pengurus TKI ilegal diamankan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Dua pengurus pekerja migran Indonesia atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berinisial TT (51) dan SS (41) diamankan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang, Selasa (2/2).

Kasubag Humas Polresta Barelang, AKP Betty Novia menjelaskan, penangkapan pelaku itu bermula dari kecurigaan petugas saat pelaku mengantarkan korban berinisial SN (36) ke Pelabuhan Internasional Batam Center.

Mendapati informasi adanya dugaan tindak pidana pekerja migran Indonesia Opsnal Polsek KKP dipimpin oleh Iptu Muhammad Hazaquan mendatangi TKP, dan mengamankan pelaku TT beserta korban SN di Pelabuhan Internasional Batam center.

Dari hasil introgasi, pelaku TT mengaku kalau yang melakukan pengurusan TKI di Batam adalah pelaku SS.

Dikatakan Betty, dari hasil pengembangan didapati tempat korban ditampung di Perumahan Viola Kelurahan Tiban, Sekupang.

Rumah milik SS tersebut merupakan tempat penampungan dan tempat mengurus calon migran untuk diberangkatkan ke luar negeri.

Pelaku SS ditangkap beserta barang bukti, yang langsung dibawa ke kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Sekupang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus ini, diamankan barang bukti 1 mobil Honda Accord warna hitam BP 1095 DZ, 2 handphone, 1 buku paspor atas nama SN, 1 buku pemeriksaan PCR Swab Klinik MediLab atas nama SN, 3 lembar surat ICA atas nama SN, 5 lembar, surat MOM atas nama SN, 1 tiket kapal atas nama SN, 1 lembar KTP atas nama SS, 1 lembar kartu ATM Bank BRI milik SS.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Yos Guntur mengatakan, Polresta Barelang berkomitmen untuk memperketat wilayah hukumnya bagi pengiriman TKI secara ilegal.

“Kita tetap konsisten terhadap kejahatan people smuggling yang merupakan perhatian utama kami, agar tidak ada lagi korban PMI yang karena ilegal dan terkatung-katung di negeri orang lain,” pungkasnya.(bala)