ZH (34), pelaku pencabulan kepada anak tirinya di Mapolsek Batuaji. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Sebagai ayah tiri pria berinisial ZH (34) ini bukannya menjaga kehormatan keluarganya, tapi menghancurkannya. Anak tirinya berinisial AM (15) pun dijadikan budak nafsu setan hingga hamil. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan di rumahnya, bilangan Batuaji.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio. N, SH, Selasa (2/2) mengatakan, mulanya, IY (44), ibu kandung korban curiga. Sebab ada perubahan sifat pada anak kandungannya itu. AM yang dulunya ceria, tampak sering ketakutan. Bahkan badannya selalu lemas, seperti wanita yang sedang hamil.

Dijelaskan, awalnya, AM tak mau cerita kepada ibu kandungnya terkait apa yang ia rasakan. Tapi IY terus mencari tahu apa yang sebenarnya dialami putrinya itu.

Rasa penasaran IY semakin memuncak. Ia mencari cara supaya anaknya itu mau menceritakan kejadian sesungguhnya. Lalu, IY meminta tolong kepada tetangganya berinisial MF, agar menanyakan apa yang dialami putrinya itu.

Melalui pendekatan itu, akhirnya AM menceritakan kejadian sesungguhnya kepada MF. Selanjutnya MF memberitahukan kejadian ini kepada IY.

Mendengar mengakuan anaknya yang sudah hamil 2 bulan, IY kaget. IY pun semakin marah, saat mengetahui pelakunya adalah suaminya sendiri. IY melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Batuaji.

Berangkat dari laporan tersebut, tim opsnal Polsek Batuaji bergerak cepat. Sabtu (30/1), ZH berhasil diamankan dari Perumahan Puskopkar, Batuaji. Pelaku ditangkap saat sedang istirahat di belakang Masjid At Taubah.

Selanjutnya pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Batuaji guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 baju warna coklat, 1 BH warna cream dan 1 tespek.

Atas perbuatannya, ZH di jerat Pasal 81 ayat (3) jo Pasal 82 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 penetapan peraturan Pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“ZH terancam hukuman penjara paling singkat lima Tahun dan paling lama 15 tahun. Kami masih meminta keterangan lebih lanjut dari yang bersangkutan,” tegasnya.(bala)