Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Hari Setiyono. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kepri perihal Bansos Covid-19 Kepri Tahun Anggaran 2020, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri tengah mengumpulkan data dan informasi.

“Masih dalam proses. Ada mekanisme. Kami cari data, informasi dulu. Prosesnya bisa operasi Intelijen atau penyelidikan Pidsus (Pidana Khusus),” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, Hari Setiyono di sela pemusnahan barang bukti di kawasan Desa Air Cargo Kabil, Batam, Senin (1/2).

Hari belum bisa menjanjikan berapa lama kasus dugaan korupsi yang bakal menjerat sejumlah oknum pejabat di Batam dan Kepri tersebut.

“Semua ada SOP (Standar Operasional Prosedur) nya. Operasi Intel atau Pidsus bisa satu bulan tapi bisa diperpanjang,” katanya lagi.

Berapa orang yang sudah diperiksa atau dimintai klarifikasi, Hari tidak menjawabnya.

“Tunggu saja. Kita tanpa melakukan pemeriksaan bisa silent, mencari informasi dulu. Ketika sudah tertulis, kami akan sampaikan,” ucapnya.

Nilai paket sembako yang diduga tak dapat dipertangggungjawabkan senilai Rp 102 miliar atau 329.792 paket sembako.

Informasi yang diperoleh di lapangan, total jumlah bansos sembako ini jumlahnya 369.792 paket senilai Rp 114 miliar lebih bersumber dari refocusing APBD Kepri TA.2020, berdasarkan SK Gubernur Kepri Nomor 440/632/BPBD-SET/2020, tanggal 22 April 2020. Bansos itu disalurkan sejak Mei 2020.(*/bala)