Barang bukti sabu, ekstasi dan happy five asal Malaysia yang diamankan petugas. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Petugas Mabes Polri dan Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sabu, ekstasi dan happy five asal Malaysia di Perairan Nongsa, Kota Batam.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata, Jumat (29/1), mengungkapkan pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan sabu dengan berat total 8.206 kilogram, 21.000 butir ekstasi, 220 butir happy five.

Total barang haram tersebut senilai Rp 12,4 miliar, dengan estimasi harga jual sabu Rp 1 juta per gram dan ekstasi Rp 200 ribu per butir.

Dijelaskannya, kronologi diawali dengan penyampaian Nota Hasil Intelijen (NHI) dari Subdit Narkotika Dit. P2 Bea Cukai pada Rabu, 13 Januari 2021, bahwa akan ada kegiatan pemasukan narkotika dari Malaysia menuju Batam.

Selanjutnya, jelas Susila, dilakukan koordinasi dengan Tim P2 Lapangan dan Tim CSS (Coastal Surveillance System) Bea Cukai Batam dengan Tim Dit. IV Bareskrim Polri.

Pada Kamis (21/1), tim melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil di Kampung Agas Tanjung Umma, Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam yang dikendarai SK bersama MNS.

“Salah seorang pelaku (SK) berusaha mencoba melarikan diri dan melawan petugas sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur,” ujar Susila.

Lebih detail, Susila mengungkapkan hasil pemeriksaan awal pada mobil tersebut, petugas mendapati dua karung warna putih yang masing-masing di dalamnya terdapat jerigen plastik warna biru, dan di dalam jerigen tersebut terdapat masing-masing satu tas warna hitam.

“Tas itu berisi bungkusan teh hijau dan aluminium foil berisi pil yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five,” ungkap Susila.

Kemudian kedua pelaku yang membawa barang tersebut diamankan petugas dan setelah diinterogasi, didapati informasi bahwa mereka diperintah oleh HY.

“Tim segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang yaitu HY dan H di Kecamatan Lubukbaja, Kota Batam. Dan keduanya mengakui bahwa tersangka HY yang menyuruh SK dan MNS,” lanjut Susila.

Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan pada Jumat (22/1) dengan teknik controlled delivery ke Kecamatan Batam Kota, dan berhasil menangkap tersangka RFH yang akan mengambil barang haram berupa sabu sebanyak 5 kilogram.

RFH mengaku diperintah oleh warga binaan lapas Barelang yang merupakan warga negara Malaysia. Terhadap RFH juga dilakukan tindakan tegas dan terukur karena mencoba melarikan diri.

“Barang bukti berupa ekstasi, menurut pengakuannya akan diedarkan di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam,” kata Susila.

Susila menyampaikan bahwa penindakan kali ini juga telah berhasil menyelamatkan 30.000 jiwa manusia dengan asumsi per orang mengonsumsi 1 butir/gram sabu.

Total barang bukti yang berhasil dikumpulkan tim gabungan Bea Cukai dan Polri di antaranya yaitu, 8 bungkus sabu dengan berat total 8.206 gram bruto, 21.000 butir ekstasi, 220 butir happy five, handphone milik SK, HY, dan RFH, serta satu mobil yang mengangkut barang haram tersebut.

“Barang hasil penindakan serta para terduga pelaku telah diserahterimakan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lebih lanjut,” pungkasnya.(bala)