Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji, Kota Batam. Foto Batamlagi.com

BATAM – Tahun ini, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji, Kota Batam, pembangunannya kembali dilanjutkan. pengerjaan lanjutan akan dilakukan pada April mendatang, usai proses lelang.

“Iya, tahun ini ada pengerjaan lanjutan. Tapi tidak banyak disesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Suhar,” kata Suhar, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Jumat (29/1).

Suhar memperkirakan pengerjaan lanjutan akan dilakukan bulan April, selepas proses lelang. Pengerjaan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam sebesar Rp 7 miliar dan pengerjaan harus kelar.

“Iya, dilelang dulu. Bulan depan sudah dilelangkan diperkirakan selesai lelang bulan April. Jadi estimasinya April sudah mulai dikerjakan. Pakai APBD biasa karena pengerjaannya sedikit. Dan lima bulan harus selesai,” jelasnya.

Dijelaskan juga, pengerjaan lanjutan tersebut meliputi penyelesaian tempat wudhu wanita di area basement, lalu pengecatan epoxy lantai basement. Sekaligus penambahan sound system sebanyak 12 unit dengan jangkauan 60 meter.

“Hanya sedikit yang kita kerjakan. Kita juga ada penambahan 12 unit sound system dengan jangkauan 60 meter,” imbuhnya.

Untuk pembangunan 5 menara setinggi 77 meter, tahun ini tidak dikerjakan. Sementara, satu menara utama setinggi 99 meter sudah rampung.

Masjid ini berarsitektur Arab, Turki, dan Melayu. Lalu memiliki enam menara, satu di antaranya menara utama setinggi 99 meter, dihiasi payung membran permanen seperti yang ada di Makkah.

Seperti diketahui, pada pertengahan September 2019 lalu, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diresmikan Walikota Batam, Muhammad Rudi. Masjid terbesar di Sumatera tersebut memiliki luas bangunan bekisar 58 ribu meter persegi, mulai dari basement sampai lantai atas.(bala)