Petugas mengevakuasi korban yang tercebur ke laut. Foto Batamlagi.com/ist

BINTAN – Tangga pelabuhan khusus ferry Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, tujuan Kota Batam ambruk, pada Jumat (29/1) sore. Enam penumpang tercebur ke laut dan mengalami patah tulang.

Untung sejumlah penumpang dan warga sigap. Para korban yang tercebur ditolong dengan cara diangkat ke atas ferry. Lalu dibawa ke pinggir pelabuhan.

Satu persatu penumpang yang semua terluka diangkat ke dalam ambulan yang datang di pelabuhan.

Diceritakan Gunawan, ia sebagai penumpang yang sempat menyelamatkan diri. Saat peristiwa itu, dirinya nyaris menjadi korban. Jika dalam hitungan detik tidak melompat, dirinya sudah ikut tercebur ke laut.

“Saya nyaris sama, menjadi korban bersama kawan. Tapi saya pas tangga mulai ambruk saya lompat ke atas,” ujar Gunawan mengenang peristiwa tersebut.

Menurut Gunawan, ada sekitar 6 penumpang yang jatuh ke laut hingga basah kuyup dan terluka. Usai kejadian penumpang dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Uban.

“Malah katanya ada yang patah kakinya. Semua korban dibawa ke RSUD,” ucapnya.

Gunawan dalam kesempatan tersebut meminta, atas peristiwa tersebut, pemerintah lebih memperhatikan keselamatan penumpang.

“Ini harus jadi perhatian. Karena keselamatan penumpang adalah pelayanan utama. Jangan sampai ada korban lagi,” harapnya.

Bahkan kata warga setempat ada tangga yang sama dan dibuat di tahun yang sama.

“Ini untuk diperhatikan, jangan sampai menelan korban,” ucapnya.

Dikatakan Gunawan, diduga penyebab robohnya tangga pelabuhan itu karena korosi, sehingga tidak kuat menopang beban tangga yang terbuat dari coran semen.

“Dugaan saya karena korosi, sehingga besi cornya karat dan tidak kuat menahan beban,” duganya.(bala)