Walikota Batam Ex-officio Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat melakukan pengecekan tensi di lantai IV Pemko Batam, Jumat (29/1). Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Dua kali Walikota Batam Ex-officio Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, belum bisa divaksinasi Covid-19. Gagalnya vaksinasi tersebut diduga karena kurang istirahat.

“Tadi dah cek, tensinya masih tinggi. Saya kira namanya kita manusia hanya berusaha yang memutuskan sesuai dengan keyakinan kita,” ujar Rudi di acara vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Lantai IV Kantor Pemko Batam, Jumat (29/1).

Sebelumnya, saat pencanangan vaksinasi tahap pertama pada 15 September lalu di panggung utama Dataran Engku Putri Batamcentre. Bahkan, Rudi juga gagal divaksin dengan alasan yang sama.

Rudi pun berseloroh, mungkin bisa divaksinasi usai keluar putusan Pilkada dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi tunggu lagi seminggu lagi. Mana tau habis (putusan) MK dia netral dan normal kembali. Padahal di dalam tadi bagus. Ada 3 dokter yang cek. Sama hasilnya tetap 130. Setelah seremonial acara dicek lagi 141. Pakai alat digital malah 150,” sebutnya.

Rudi mengaku kegiatannya memang padat selama seminggu terakhir. Banyak agenda Pemko Batam dan BP Batam yang harus dirapatkan.

“Tadi malam pun tidurnya lambat. Bukan sengaja,” jelasnya.

Juga dikatakan Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, jka tekanan tinggi tak bisa divaksinasi Covid-19, karena akan berbahaya. Katanya, dua kali tensi Walikota Batam dicek, masih tinggi.

Dosis kedua vaksinasi Covid-19, pihaknya telah menyiagakan ambulans dan ruang emergency sementara di lantai IV. Jumlah penerima vaksin kedua merupakan peserta yang telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama tanggal 15 September.

“Iya setelah 14 hari disuntik kembali dosis kedua. Kalau bisa hari ini, kalau ada tak bisa besok juga bisa disuntik,” terangnya.(bala)