Walikota Batam, Rudi. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Walikota Batam, Rudi mengatakan, akibat Pandemi Covid-19 ekonomi global mengalami pukulan. Dampaknya juga dialami Batam maupun daerah lainnya. Pendapatan daerah sedikit. Untuk itu ia meminta pengertian warga bahwa tidak semua yang diusulkan di Musrenbang dapat dilaksanakan.

“Karena Covid-19 pendapatan daerah tidak siginifikan. Artinya usulan tidak tercover semua. Kami harap dipahami,” kata Rudi saat Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Lubukbaja Kota, Selasa (26/1).

Rudi mengatakan, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat hingga melibatkan CSR dalam pembangunan Batam.

Ia juga bersyukur karena juga dipercaya menjabat sebagai Kepala BP Batam. Sehingga dana dari BP Batam juga dilibatkan dalam pembangunan Batam, terutama untuk infrastruktur terkait investasi. Proyek dari pusat juga didapatkan seperti pembangunan Flyover kedua di Simpang Kabil Kepri Mall.

“Dengan dipercaya sebagai Walikota dan Kepala BP Batam, alhamdulillah ada dua sumber anggaran untuk pembangunan Batam. Kami juga berharap, ke depan anggaran dari Provinsi Kepri juga bisa didrop ke Batam. Nyatanya Batam merupakan penyumbang terbesar ekonomi Kepri, wajar Batam minta lebih,” papar Rudi.

Di tengah keterbatasan yang ada, Rudi menyampaikan Program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) tetap ada. Jika terakhir rata-rata dana PIK Rp 1,7 miliar per kelurahan ditambah Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 350 juta. Tahun 2022, PIK diproyeksikan mencapai Rp 2 miliar per kelurahan, ia berharap DAU dari pemerintah pusat tetap ada.

“PIK ini setiap tahun harus bertambah anggarannya tak boleh kurang, ini membantu percepatan pembangunan di kelurahan. PIK yang hari ini terbatas beberapa item, saya akan buka peluang item lain, yang penting bukan semata kegiatan seremoni,” papar dia.

Pemko Batam dalam waktu dekat juga akan mengembangkan Simpang Barelang, Simpang Basecamp, Simpang Kara, dan jalan utama yang lain. Tidak hanya pembangunan fisik, bantuan lain seperti insentif posyandu, pemuka agama, insentif guru swasta tidak akan dihilangkan.

Sementara pembangunan yang bersumber dari dana BP Batam seperti pengembangan Pelabuhan Batuampar dan juga jalan di depannya yang dibangun secara bertahap hingga lima lajur ke Simpang Kepri Mall.

Peningkatan ruas jalan dari Simpang Seiharapan ke Pelabuhan Sekupang yang dilengkapi jogging track dan jalur sepeda yang direncanakan selesai akhir tahun 2022.

Selain itu peningkatan jalan Ocarina yang menghubungkan Batam Center dan Bengkong. Di jalan ini juga dilengkapi jalur pesepeda.

“RSBP juga akan kami tingkatkan lagi seperti di Johor. Saya ingin yang sakit tak perlu lagi keluar (negeri), kita tangani di daerah kita sendiri. Taman kolam di depannya juga akan kami tata diharapkan 2022 sudah akan sempurna,” pungkasnya.(bala)