Dua remaja pelaku pencurian motor saat diamankan polisi. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Umurnya baru belasan tahun. Tapi dua remaja ini sudah menjadi residivis kasus pencurian motor. Keduanya berinisial Da (14) dan Nr (15). Kini harus mendekam di jeruji sel tahanan Polsek Sagulung.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Rifi, mengatakan, tersangka itu ditangkap pada Sabtu (23/1) di wilayah Sekupang, usai mendapat laporan dari korban.

“Laporannya dari korban, makanya kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku ini,” ucapnya, Selasa (26/1) siang. Dari tangan tersangka diamankan 5 motor curian.

Dari 5 barang bukti yang berhasil diamankan, 1 di antaranya sudah memiliki Laporan Polisi (LP) dari Polsek Sagulung. Selanjutnya Unit Reskrim masih melakukan pencarian LP di polsek-polsek lainnya.

“Kami sudah koordinasikan ke polsek-polsek lainnya untuk mengecek LP curanmor yang pernah diterima. Untuk saat ini baru hanya satu yang punya LP,” tuturnya.

Untuk modus operandinya, sebut Rifi, kedua pelaku terlebih dahulu memantau parkiran. Motor yang menjadi target utama adalah motor yang stangnya tidak dikunci. Lalu motor didorong.

“Motor tersebut akan didorong ke tempat yang aman. Di sana, kedua pelaku akan menggunting kabel motor dan akan menyambungnya kembali sampai mesinnya hidup,” tuturnya.

Saat dilakukan pengembangan, ternyata dua pelaku merupakan residivis. Saat berumur 13 tahun, Da pernah diamankan Polsek Sagulung terkait kasus curanmor.

Sedangkan Nr pernah ditangkap jajaran Polsek Sekupang. “Sementara Nr pernah diamankan oleh Polsek Sekupang saat masih berumur 14 tahun, kasusnya juga curanmor,” papar Rifi.

Atas perbuatannya, dua pelaku ini dikenakan pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan. Namun demikian, penanganan kasus ini akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Berhubung karena pelakunya masih anak-anak, maka kita serahkan penanganannya ke pihak Bapas,” tutupnya.

Nr mengaku, ia bersama kawannya kerap mencuri di malam hari, sekitar pukul 12 malam ke atas. Jika target sudah ditemukan, kedua pelaku akan mendorong motor ke tempat yang aman untuk menyalakan mesin.

Motor curian itu dijual pelaku mulai dari harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta, semua tergantung dengan kondisi motor.

“Jika masih bagus, kami jual Rp 1 juta. Uang hasil pencurian ini akan saya gunakan untuk memodifikasi motor saya yang juga hasil curian,” paparnya.

Selama beroperasi, Nr mengaku sudah 4 kali mencuri motor.

“Saya sudah 4 kali mencuri motor, Da 3 kali. Motor yang kami curi itu ada yang dijual dan ada juga yang dicincang,” ucap anak yang sudah putus sekolah ini.(bala)