Reno Apriyanto (kanan), tersangka kasus penganiayaan diamankan di Polsek Sekupang. Foto Batamlagi.com/ist

BATAM – Reno Apriyanto (33), tersangka kasus penganiayaan dibekuk jajaran Polsek Sekupang. Pria ini dijebloskan ke bui setelah sempat buron selama 14 hari. Dan satu pelaku lagi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolsek Sekupang, AKP Yudi Arvian, mengatakan, penangkapan pelaku atas kerja sama unit Reskrim Polsek Sekupang dan Satuan Reskrim Polresta Barelang. Namun satu dari pelaku masih dalam pencarian.

“Pelakunya ada dua orang, satu lagi masih DPO, mereka ditangkap di kawasan Bengkong pada Rabu (20/1) lalu,” kata Yudi, Jumat (22/1).

Yudi menyebut, pengeroyokan itu dipicu masalah batas rumah ruli, yang mana korban mengatakan kepada pelaku bahwa lahan pelaku sudah melewati batas.

“Mereka sempat cekcok mulut. Lalu dua pelaku aniaya korban menggunakan senjata tajam. Korban sendiri mengalami luka serius pada bagian kepala, lengan, perut dan punggung,” tutur Yudi.

Saat melakukan pengeroyokan itu, pelaku mengaku emosi. “Pelaku mengaku emosi, akhirnya ia melakukan pengeroyokan dengan pelaku yang masih DPO itu,” tutup Yudi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 Sub 1e, 2e KUHP Jo pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 14 tahun penjara.

Sedangkan korban penganiayaan adalah seorang mantan petinju bernama Immanuel Sihombing (50).

Di Mapolsek Sekupang, Reno mengaku sakit hati saat Immanuel Sihombing mengeluarkan kata-kata kasar saat cekcok mulut dengannya. Bahkan sempat memaki keluarganya.

“Saya emosi. Immanuel Sihombing tidak hanya memaki keluarga saya, ia juga memukul keponakan saya,” katanya sembari menundukkan kepala.(bala)